Kembali Ke Index Video


ANIES BASWEDAN LAKUKAN ZIARAH KUBUR DIDAMPINGI PARA TOKOH MASYARAKAT KOTAGEDE

Selasa, 15 Agustus 2023 | 08:57 WIB
Dibaca: 262
ANIES BASWEDAN LAKUKAN ZIARAH KUBUR DIDAMPINGI PARA TOKOH MASYARAKAT KOTAGEDE

Kotagede- Pastvnews.com, warta politik kabar seputar kegiatan dan  Rombongan Anies Baswedan tiba di komplek Masjid Besar Mataram dan Makam Raja Raja Mataram Islam Kotagede. Minggu 13 Agustus 2023 pukul 16.30 WIB  disambut ratusan masyarakat Kotagede.

Begitu tiba, Anies langsung berganti pakaian busana peranakan adat jawa yang merupakan ketentuan untuk memasuki  makam raja-raja Mataram.

Anies Baswedan melakukan ziarah kubur didampingi para tokoh masyarakat Kotagede, Priyo Salim, Akhid Widi Rahmanto, Moh Sawabi, Muhammad Hatta, Muhammad Kaharrudin (Kepala Desa Jagalan) serta para abdi dalem makam.

Usai ziarah, di komplek makam Raja- Raja Priyo Salim didampingi beberapa tokoh masyarakat Kotagede dan Kades Jagalan menyerahkan kenang-kenangan Tombak Tjakra kepada Anies Baswedan.

Priyo Salim mengatakan, Tombak Tjakra ini sebuah cindera mata dari masyarakat Kotagede yang berisi sebuah pesan simbolik kepada Anies Baswedan. Di dalam Tombak Tjakra tertulis asmaul husna, Al Malik dan Ar Rahman.

“Tulisan asmaul husna, Al Malik dan Ar Rahman merupakan simbolik kepada Pak Anies. Harapan kami di masa mendatang bisa mencapai kursi tertinggi Presiden.

Dan jika menduduki kursi Presiden sifat Ar Rahma, selalu menyayangi semua rakyat dan Al Malik berpegang pada kekuatan Allah Yang Tinggi bisa melekat pada diri Pak Anies

Tidak membikin perpecahan pertentangan antar pendukung dan yang bukan. Semua  rakyat disayangi dan diayomi. Dan mudah-mudahan menjadi kenangan terindah sepanjang umur,” pesan Priyo Salim kepada Anies.

Anies mengucapkan terima kasih kepada Priyo Salim dan tokoh masyarakat Kotagede,  atas pemberian amanah untuk menggenggam Tombak Tjakra dari masyarakat Kotagede.

Di tempat inilah - komplek Makam Raja Kotagede merupakan cikal-bakal sejarah Mataram Islam di tanah Jawa yang sampai sekarang keturunan masih meneruskan. Karena itu, ia memandang bahwa ini sebuah amanah simbolik. Apalagi ini secara khusus diberikan dua catatan yang diambil asmaul husna, yaitu Al Malik dan Ar Rahman, tutur Anies.

“Sifat Ar Rahman ini yang sudah saya coba emban. Siapa, apapun pandangannya dan cara menghormatinya sama. Kita menyadari dalam masyarakat ada yang menyetujui dan ada pula yang tidak, ada yang mendukung ada pula yang menolak.

Tapi tanggung jawab kita di pemerintahan adalah mengayomi semua, bukan mengayomi sebagian. Dan kemarin dari pemegang kewenangan yang dipakai sebanyak-banyaknya  untuk menghadirkan keadilan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pemberian Tombak Tjakra adalah amanah, yang diembankan untuk melakukan perubahan menghadirkan keadilan. Bukan  cita-cita atau persoalan satu orang. Karena itu, bagi Anies Baswedan pemberian Tombak Tjakra  ini sebagai asupan energi semangat.

“Insya Allah ikhtiar kita diberikan kemudahan. Dan ini ikhtiar kita bersama. Karena kita menginginkan sebagaimana pernah hadir ditanah ini sebuah kondisi yang gemah ripah loh jinawi baldatun thoyyibatun warrobun ghofur,” tuturnya.

Anies menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar masyarakat Kotagede. Semoga panjengan sedoyo (masyarakat Kotagede) diberi kekuatan, kemudahan dalam menjaga “junjung tinggikan” yang menjadi warisan lintas generasi  ada di tempat ini.

“Insyaa Allah terus terjaga dan menjadi warisan yang akan dirasakan keberkahannya oleh anak cucu kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anies Baswedan menceritakan tentang Tombak Tjakra Pangeran Diponegoro, benda bersejarah itu diambil oleh pemerintahan Kolonial Belanda pada tahun 1828. Tahun 2015, pusaka Tombak Tjakra oleh Pemerintah Belanda dikembalikan ke Indonesia.

Di makam Panembahan Senopati Anies Baswedan mendapat kehormatan menerima Tombak Tjakra, mewakili pemerintah dan rakyat Indonesia.

“Jadi malam hari ini di makam Panembahan Senopati Kotagede kami menerima sebuah Tombak Tjakra yang bentuknya serupa dari keluarga besar masyakarat Kotagede, anak turunan dari Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Islam.

Amanah yang diembankan, simbolik sifatnya yang menginginkan dua kata kunci tertulis di Tjakra ini, yaitu AR Rahman dan Al Malik dan mudah-mudahan dua sifat itu tetap dijaga sebagaimana yang dilaksanakan di Jakarta.

Anies menjelaskan, siapapun mendapatkan perlakukan yang sama. Dan bagaimana kewenangan yang diembankan dipakai sebanyak-banyaknya untuk menghadirkan keadilan masyarakat sebagaimana dulu pernah hadir di saat Kerajaan Mataram dimulai Panembahan Senopati kemudian kejayaan pada saat Sultan Agung, jelasnya.

"Pada kejayaan Sultan Agung itulah berbagai inovasi kita jaga sampai hari ini.  Ini ikhtiar kita bersama. Bukan sekedar satu orang, satu kelompok satu, dua, atau tiga partai. Tapi Bagaimana rakyat bisa merasakan keadilan,” tutupnya. (Mar)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi