ANIES BASWEDAN LAKUKAN ZIARAH KUBUR DIDAMPINGI PARA TOKOH MASYARAKAT KOTAGEDE
Selasa, 15 Agustus 2023 | 08:57 WIBKotagede- Pastvnews.com, warta politik kabar seputar kegiatan dan Rombongan Anies Baswedan tiba di komplek Masjid Besar Mataram dan Makam Raja Raja Mataram Islam Kotagede. Minggu 13 Agustus 2023 pukul 16.30 WIB disambut ratusan masyarakat Kotagede.
Begitu tiba, Anies langsung berganti pakaian busana peranakan adat jawa yang merupakan ketentuan untuk memasuki makam raja-raja Mataram.
Anies Baswedan melakukan ziarah kubur didampingi para tokoh masyarakat Kotagede, Priyo Salim, Akhid Widi Rahmanto, Moh Sawabi, Muhammad Hatta, Muhammad Kaharrudin (Kepala Desa Jagalan) serta para abdi dalem makam.
Usai ziarah, di komplek makam Raja- Raja Priyo Salim didampingi beberapa tokoh masyarakat Kotagede dan Kades Jagalan menyerahkan kenang-kenangan Tombak Tjakra kepada Anies Baswedan.
Priyo Salim mengatakan, Tombak Tjakra ini sebuah cindera mata dari masyarakat Kotagede yang berisi sebuah pesan simbolik kepada Anies Baswedan. Di dalam Tombak Tjakra tertulis asmaul husna, Al Malik dan Ar Rahman.
“Tulisan asmaul husna, Al Malik dan Ar Rahman merupakan simbolik kepada Pak Anies. Harapan kami di masa mendatang bisa mencapai kursi tertinggi Presiden.
Dan jika menduduki kursi Presiden sifat Ar Rahma, selalu menyayangi semua rakyat dan Al Malik berpegang pada kekuatan Allah Yang Tinggi bisa melekat pada diri Pak Anies
Tidak membikin perpecahan pertentangan antar pendukung dan yang bukan. Semua rakyat disayangi dan diayomi. Dan mudah-mudahan menjadi kenangan terindah sepanjang umur,” pesan Priyo Salim kepada Anies.
Anies mengucapkan terima kasih kepada Priyo Salim dan tokoh masyarakat Kotagede, atas pemberian amanah untuk menggenggam Tombak Tjakra dari masyarakat Kotagede.
Di tempat inilah - komplek Makam Raja Kotagede merupakan cikal-bakal sejarah Mataram Islam di tanah Jawa yang sampai sekarang keturunan masih meneruskan. Karena itu, ia memandang bahwa ini sebuah amanah simbolik. Apalagi ini secara khusus diberikan dua catatan yang diambil asmaul husna, yaitu Al Malik dan Ar Rahman, tutur Anies.
“Sifat Ar Rahman ini yang sudah saya coba emban. Siapa, apapun pandangannya dan cara menghormatinya sama. Kita menyadari dalam masyarakat ada yang menyetujui dan ada pula yang tidak, ada yang mendukung ada pula yang menolak.
Tapi tanggung jawab kita di pemerintahan adalah mengayomi semua, bukan mengayomi sebagian. Dan kemarin dari pemegang kewenangan yang dipakai sebanyak-banyaknya untuk menghadirkan keadilan,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemberian Tombak Tjakra adalah amanah, yang diembankan untuk melakukan perubahan menghadirkan keadilan. Bukan cita-cita atau persoalan satu orang. Karena itu, bagi Anies Baswedan pemberian Tombak Tjakra ini sebagai asupan energi semangat.
“Insya Allah ikhtiar kita diberikan kemudahan. Dan ini ikhtiar kita bersama. Karena kita menginginkan sebagaimana pernah hadir ditanah ini sebuah kondisi yang gemah ripah loh jinawi baldatun thoyyibatun warrobun ghofur,” tuturnya.
Anies menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar masyarakat Kotagede. Semoga panjengan sedoyo (masyarakat Kotagede) diberi kekuatan, kemudahan dalam menjaga “junjung tinggikan” yang menjadi warisan lintas generasi ada di tempat ini.
“Insyaa Allah terus terjaga dan menjadi warisan yang akan dirasakan keberkahannya oleh anak cucu kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anies Baswedan menceritakan tentang Tombak Tjakra Pangeran Diponegoro, benda bersejarah itu diambil oleh pemerintahan Kolonial Belanda pada tahun 1828. Tahun 2015, pusaka Tombak Tjakra oleh Pemerintah Belanda dikembalikan ke Indonesia.
Di makam Panembahan Senopati Anies Baswedan mendapat kehormatan menerima Tombak Tjakra, mewakili pemerintah dan rakyat Indonesia.
“Jadi malam hari ini di makam Panembahan Senopati Kotagede kami menerima sebuah Tombak Tjakra yang bentuknya serupa dari keluarga besar masyakarat Kotagede, anak turunan dari Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Islam.
Amanah yang diembankan, simbolik sifatnya yang menginginkan dua kata kunci tertulis di Tjakra ini, yaitu AR Rahman dan Al Malik dan mudah-mudahan dua sifat itu tetap dijaga sebagaimana yang dilaksanakan di Jakarta.
Anies menjelaskan, siapapun mendapatkan perlakukan yang sama. Dan bagaimana kewenangan yang diembankan dipakai sebanyak-banyaknya untuk menghadirkan keadilan masyarakat sebagaimana dulu pernah hadir di saat Kerajaan Mataram dimulai Panembahan Senopati kemudian kejayaan pada saat Sultan Agung, jelasnya.
"Pada kejayaan Sultan Agung itulah berbagai inovasi kita jaga sampai hari ini. Ini ikhtiar kita bersama. Bukan sekedar satu orang, satu kelompok satu, dua, atau tiga partai. Tapi Bagaimana rakyat bisa merasakan keadilan,” tutupnya. (Mar)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




