DINAS PERTANIAN,PANGAN DAN PERIKANAN SLEMAN DORONG PENGUATAN PETANI MILENIAL SEBAGAI YOUNG AGRI PRENEUR
Jumat, 14 April 2023 | 19:45 WIBSleman - Pastvnews.com warta seputar pertanian, rendahnya minat generasi milenial terhadap bidang pertanian menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Dinas Pertanian, Pangan,dan Perikanan.
Bertekad untuk mengembangkan sumberdaya manusia pertanian dengan membina kaum muda menjadi petani milenial yakni pemuda/pemudi berusia 19 - 39 tahun yang berjiwa milenial dan tertarik di bidang pertanian dan atau yang telah bergerak di bidang pertanian.
Sebagai agenda kegiatan pertemuan petani milenial yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian , Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman yang dilaksanakan di Ardana Garden, Sumberadi , Mlati Sleman. Kamis 13 April 2023.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman Ir. Suparmono, MM dan Perwakilan Pengurus Petani Milenial.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Ir. Suparmono, MM mengatakan saat ini tercatat sebanyak 850 petani milenial dengan karakter sebagai berikut:
1. Petani milenial sleman tersebar di 17 Kapanewon dengan jumlah terbesar di Kapanewon Prambanan Kalasan sebesar 13% dan jumlah terkecil di Kapanewon Ngemplak Cangkringan sebesar 5%.
2. Jumlah petani milenial laki-laki sebanyak 71,75% sedangkan jumlah petani milenial perempuan baru sebanyak 28,25% saja.
3. Petani milenial yang menempuh Pendidikan tinggi (diploma dan sarjana) sebanyak 29,875%, sedangkan 67,625% lainnya masih menempuh Pendidikan/ lulus Pendidikan SMP dan SMA.
4. Subsektor hortikultura merupakan subsector yang paling banyak digeluti petani milenial yaitu sebanyak 34,75%, disusul subsector tanaman pangan sebesar 20,625%
subsector lainnya (olahan, pemasaran, jasa, dll) sebesar 14,875%, subsector peternakan sebesar 10,875%, subsector pemanfaatan pekarangan 7,625%, subsector perikanan sebesar 6,625%, dan subsector perkebunan sebesar 4,625%.
Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman melalui Bidang Penyuluhan mempunyai program untuk menumbuhkan minat generasi muda untuk berwirausaha di bidang pertanian melalui berbagai kegiatan penyuluhan dan pelatihan diantaranya yaitu Pelatihan Kewirausahaan bagi Pemuda serta Pelatihan. Agribisnis bagi Petani Milenial bertujuan untuk mencetak
Petani sebagai young agri preneur (pengusaha muda pertanian) yaitu petani yang mampu untuk mengidentifikasi dan mengeksploitasi peluang-peluang pasar yang ada.
Bernilai tinggi dengan memanfaatkan sumber daya pertanian yang dimiliki oleh petani dengan cara yang fleksibel dan inovatif, tidak hanya ahli dalam proses produksi mereka juga memiliki kemampuan manajerial usaha yang visioner berorientasi hasil.
Penguasaan pertanian pintar dengan dukungan petani pintar menjadi andalan untuk menumbuh-kembangkan agroprenuer untuk menjadikan pertanian menjadi sector yang menarik bagi kaum milenial dan menguntungkan: less works and make more money.
Keberhasilan usaha petani milenial diharapkan dapat memberikan motivasi kepada generasi milenial untuk terjun berwirausaha di bidang pertanian dan berkontribusi nyata dalam pembangunan dibidang pertanian
Penguatan dan pengembangan petani milenial menjadi young agri preneur perlu didukung oleh semua unsur.
Konsep pentahelix dimana unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media bersatu padu bersinergi, berkoordinasi serta berkomitmen menjadi kunci utama keberhasilan dan keberlanjutan program, " Tuturnya. (Mar)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'





