Sambut Inisiatif "Pendidikan Khas KeJogjaan "Gus Hilmy: Momentum Membentuk Duta Budaya Dari Kalangan Pelajar
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:38 WIBYogyakarta – media pastvnews.com, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam meluncurkan "Pendidikan Khas keJogjaan" (PKJ) yang diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan, termasuk di tingkat perguruan tinggi (20/8).
Senator ini menyambut baik langkah strategis itu sebagai upaya untuk memperkuat identitas dan karakter pelajar serta mahasiswa yang menimba ilmu di Yogyakarta.
Menurutnya, pendidikan ini krusial untuk menjembatani pendatang dengan kekayaan peradaban di Yogyakarta.
Ini yang sudah lama kita harap-harapkan, sudah kita dorong-dorong dari dulu. Kita menyambut baik inisiatif Ngarso Dalem tentang Pendidikan Khas keJogjaan.
Kami berharap kurikulumnya memadai dan memberikan ruang luas bagi segenap siswa serta mahasiswa untuk menyelami Jogja lebih dalam, baik dari sisi sejarah, bahasa, tradisi, hingga filosofi kehidupan," ujarnya di Yogyakarta melalui pernyataan tertulis menegaskan bahwa pengenalan adalah kunci utama tumbuhnya rasa memiliki.
pada Sabtu (22/08/2026).
Orang Melayu bilang, ‘tak kenal, maka tak sayang’. Jika pelajar dan mahasiswa mengenal Jogja dengan karakteristiknya yang unik, mereka akan lebih hormat dan menghargai peradaban kota ini," tambahnya.
Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY tersebut menekankan pentingnya pendidikan karakter ini bagi mahasiswa perantau yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Baginya, memberikan pendidikan budaya adalah bentuk penghormatan timbal balik antara warga lokal dengan para pendatang.
"Mereka datang dari luar Jogja, itu artinya mereka menaruh hormat pada budaya kita. Maka sudah sepantasnya kita berikan pengenalan yang benar.
Kita ingin mereka menjadi 'Duta Jogja' yang mampu bercerita dan mempromosikan citra positif Yogyakarta saat mereka kembali ke daerah asalnya masing-masing," ungkapnya.
Selama ini, lanjut salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogayakarta tersebut, pengetahuan mahasiswa tentang Jogja seringkali hanya didapat dari percakapan santai di ruang publik atau angkringan. Melalui kurikulum resmi ini pelajar akan mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif dan autentik tentang Jogja yang sebenarnya.
Memang, mengenal Jogja bisa dari mana saja. Dari angkringan, dari pergaulan sehari-hari, tapi jauh akan lebih baik jika penganalan dilakukan secara komprehensif. Tidak semua kota bisa melakukan ini,” tegasnya.
Lebih jauh, Gus Hilmy Gus Hilmy menaruh harapan besar bahwa penanaman nilai-nilai luhur budaya dapat menjadi instrumen preventif dalam menekan angka kenakalan remaja, seperti klitih maupun penyalahgunaan narkoba
Ia juga berharap penerapan Pendidikan Khas keJogjaan ini dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas sosial di wilayah Yogyakarta.
"Kami optimistis, dengan pemahaman budaya yang kuat dan tertanam sejak dini di bangku pendidikan, nilai-nilai kemanusiaan dan keberadaban akan menjadi rem alami bagi generasi muda kita untuk menghindari tindakan-tindakan negatif," pungkasnya. (*/)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'

