Pragmatisme Merusak Mental Rakyat
Kamis, 21 Maret 2024 | 00:49 WIBWonosari- Media Pastvnewscom, warta pendidikan, update kritikle untuk membangun Gunungkidul kedepan. Diulas oleh Assoc.Prof.Dr.Supriyadi M.Pd, warga Gunungkidul dosen di UNS Solo.
Dalam artikle redaksi kali ini mengangkat Tema Tentang Pragmatisme sudah sering diucapkan oleh banyak pihak baik Agamawan, Filosof, Pendidik, para opinion leader, aktifis pergerakan,pemburu keadilan, penegak hukum bahkan pemimpin formal,baik ditingkat lokal, regional maupun nasional.
Penulis mencoba untuk membahas dari sudut pandang, psikologis, sosiologis, ekonomis dan perspektif edukatif serta moral force yang berkembang di masyarakat kita.
Nah secara umum pragmatisme itu diartikan sebagai aliran dan sikap seseorang yang bergerak berbuat dengan ciri-ciri berfikir pendek, sempit dan instant. Seseorang yang memiliki sifat pragmatis ini umumnya dan secra spesific selalu menginginkan apa yang dikerjakan atau diperbuat tersebut lebih cepat menghasilkan sesuatu untuk dirinya tanpa harus berpikir panjang,
Dan prakteknya ini lebih mengutamakan hasil materi seperti uang maupun barang dalam sesaat sebagai mesin baik untuk dirinya maupun kelompoknya dari pada output,out come yang terukur secara kualitatif dan bermakna untuk banyak orang,
Dengan demikian jika ini terus dibangun atau terpola maka akan menghasilkan rakyat menjadi mental pengemis atau malas bekerja sehingga tidak bisa berdiri di kaki sendiri atau sulit berdikari.
Sedangkan hasil yang diinginkan cenderung pada kebutuhan ekonomis sesaat atau Imunisasi sesaat yang amat pendek. Faktor dan varian yang menyebabkan merebaknya perilaku pragmatis ini antara lain:
1.Kesejahteraan dan keadilan distribusi ekonomi yang tidak merata
2.Penghasilan atau pendapatan pencaharian yang dibawah standar hidup wajar
3.Tidak ada jaminan hidup bagi rakyat yang tdk berpencaharian.
4.Meningkatnya perilaku konsumtif daripada berproduksi.
5.Rendahnya human capital yang berakibat minimnya kreativitas
6.Faktor budaya pintas yang terjadi secara turun temurun.
Diera tahun politik yang selalu bergulir dalam setiap pemilu maupun pilkada yang sedang akan berlangsung perilaku pragmatis ini tidak bisa dihindarkan karena penggerak dan pelaku pragmatis memiliki kepentingan dan kesepakatan transaksional yang Cetho welo welo,bahkan dilakukan oleh para penggerak transaksional sebagai pengguna kepentingan.
Sehingga muncul Slogan dan terang terangan Nompo Piro Wani Piro ( NPWP ) dengan kemunculan cetho welo welo ini tentu akan membuat tidak nyaman dan bahkan untuk memunculkan pemimpin berkualitas sulit dicapai dan hanya dengan kesadaran yang penuh untuk tidak melakukan Npwp tersebut adalah menjadi tanggung jawab kita bersama.
Tidak bisa dipungkiri memang fakta tersebut telah berlangsung secara masif sejak sistem pemilihan langsung dan berkembang subur sejak tahun 2009 yang lalu. Apakah problem tersebut bisa dihilangkan ? Tentunya tidak bisa hilang 100 persen, tetapi memerlukan waktu yang lama untuk menekan perilaku pragmatis.
Upaya yang utama harus dilakukan adalah mewujudkan kesejahteraan hidup,dan menghadirkan pemerataan jaminan hidup bagi rakyat tanpa pengecualian.menghadirkan lapangan pekerjaan bagi rakyat miskin dengan padat karya.
Selanjutnya mengubah tatanan dan sistem politik yang mampu menekan perilaku transaksional, misalnya penegakan supremasi hukum dalam pemilu, hukuman pidana berat bagi pelaku pemberi dan penerima praktek transaksional, hukuman berat bagi penyelenggara yang tdk menjalankan fungsi pengawasan dan penyelenggara pemilu,
Biaya pemilu ditanggung negara secara totalitas dan keterwakilannya dalam legislatif dipersyaratkan dengan sistem proporsional tertutup. Kemudian salah satu yang bisa menekan adalah mengedukasi para kaum intelektual dan opinion leader untuk menjadi support teladan dengan gerakan menjaga integritas yang didanai oleh negara atau pemerintah daerah.
Jika berbagai elemen itu mulai dilibatkan sesuai kapasitas dan kompetensi masing-masing maka kemungkinan secepatnya, prakmatisme bisa ditekan, degradasi mental rakyat akan cepat dipulihkan, sehingga pemilu dan pilkada tidak akan menjadi ajang premanisme, makelarisme politik,dan transaksional politik. (Editor M.Nur/ym/ed)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




