New Normal SMK Musaba Bantul Akan Laksanakan Proses Belajar Mengajar
Selasa, 2 Juni 2020 | 22:28 WIBBantul – PASTVNEWS.COM warta pendidikan eskipun dirasa sulit dan berat serta menghadapi banyak tantangan, namun SMK Musaba (Muhammadiyah Satu Bantul) tetap akan mentaati dan melaksanakan new normal tentang penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan yang ditentukan oleh pemerintah (DIY) yang direncanakan mulai Juli 2020.
Kami memiliki siswa sekitar 1.100 . Mempunyai 4 unit gedung sekolah bertekad agar bisa melaksanakan new normal secara baik dan lancar", kata Kepala SMK Musaba, Harimawan, S.Pd.T didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Slamet Raharjo S.Pd, saat berbincang dengan media di sekolah ini, Selasa (2/6/2020).
Menurutnya, yang memberatkan yaitu terkait dengan harus mentaati protokoler yang berlaku. Dalam protokoler itu diantaranya harus bermasker, jaga jarak, pemeriksaan suhu kepada para siswa, guru maupun karyawan.
Sekalipun demikian itu semua tetap akan dilaksanakan semaksimal mungkin. Untuk itu kini para guru dan karyawan serta Komite sekolah melakukan dan mengefektifkan koordinasi untuk persiapan melaksanakan new normal.
Dengan adanya new normal, dimungkinkan dan dikhawatirkan kualitas skil (keterampilan) para siswa akan berkurang.
Maka untuk mengupayakan agar kualitas tetap terjaga dan bisa dipertahankan, maka pihak sekolah akan mencari alternatif solusi terbaiknya. Kini yang sedang dilakukan adalah persiapan-persiapan", tambah Harimawan.
Dijelaskan, berbagai kemungkinan alternatif metode dan sistem belajar mengajar yang akan diterapkan diantaranya sistem modul, shif jam belajar, pengurangan jumlah tatap muka dan memperketat serta mengefektifkan pemberian tugas di rumah kepada para siswa dengan adanya panduan yang lebih baik.
Menjawab pertanyaan tentang bagaimana dengan akan pelaksanaan Pendaftaran Siswa Baru (PSB) tahun ajaran 2020/2021 di selolah ini, Slamet menyatakan, pada dasarnya akan ditempuh melalui dua jalur (sistem) yaitu online dan tatap muka langsung.
Khusus untuk yang melalui tatap muka langsung, direncanakan akan mempergunakan cara pembatasan dan penjadwalan sesuai dengan jam yang ditentukan misalnya untuk setiap jamnya diperuntukkan 10 siswa.
Ini tujuannya agar tidak ada penumpukan jumlah pendafar dan sebagai upaya pemberantasan dan pencegahan pendemi Virus corona (Covid-19).
Menjawab pertanyaan tentang apakah dengan adanya sistem belajar di rumah akibat Covid -19 memberatkakan bagi siswa dan sekolah ? Slamet membenarkan.
Dengan adanya sistem itu, capaian kurikulum jadi lamban bahkan dikhawatirkan tidak memenuhi target dibandingkan dengan sistem belajar secara normal sebagaimana biasanya.
Salah satu faktor penting yang memberatkan para siswa dengan sistem belajar di rumah diantaranya para siswa harus menyediakan kuota untuk HP, guru wali kelas dan BP harus memonitor secara efektif terhadap perkembangan materi pelajaran dan bisa menjenuhkan. Maka apabila perlu pemerintah menyediakan kouta untuk para siswa di sekolah swasta ini.
Agar sistem belajar mengajar secara langsung di sekolah bisa normal kembali sebagaimana biasanya, diharapkan pendemis Virus corona (Covid-19) segera berahir dan berbagai kegiatan masyarakat bisa normal kembali ‘Pungkas Raharjo. Supardi

Video Terkait
- Fraksi PDIP Bersiap Mengkritisi LPJ Bupati Bantul H. Suharsono
- Omset Anjlok ‘Perumda ADB Unit Dharmaprint Bantul Bertahan Di Tengah Pandemi
- Pencairan Bantuan BLT Kedungpoh Nglipar Gunungkidul Lancar ‘ Portal Covid Masih Di Berlakukan
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




