Kembali Ke Index Video


Memahami Gunungkidul Dari Integritas Sosial dan Kultural Kedepan Bisa Pinunjul

Sabtu, 30 Maret 2024 | 07:16 WIB
Dibaca: 98
Memahami Gunungkidul Dari Integritas Sosial dan Kultural Kedepan Bisa Pinunjul
Assoc.Prof.Dr.Supriyadi,M.Pd Dosen UNS/Mantan Birokrat Kabupaten Gunungkidul

Gunungkidul-media Pastvnews.com, lintas sosial, membicarakan Gunungkidul tidak ada habisnya atau Unlimetede, Sebab banyak hal yang dapat kita ketahui baik dari potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusianya.

Ada pendapat dimasa lalu tentang Gunungkidul dimana ada pengamat, ekonom, bahkah mungkin pengusaha memanfaatkan serta memandang Gunungkidul itu hanya ada kata kering,gersang, miskin dan memiliki sumber daya manusia sebatas babu dan asisten rumah tangga dan sejenisya, sehingga  sejumlah pihak membuat proposal kemiskinan yang memperburuk citra Gunungkidul.

Tentu pendapat hal tersebut datas sungguh sangat menyinggung harga diri rakyat Gunungkidul, ungkapan dan fakta yang tidak seimbang ini menjadikan pendapat umum para pelaku makelar secara nasional, bahkan bisa terjadi kegiatan makelar kemiskinan itu dilakukan oleh putra Gunungkidul sendiri, kalau itu adalah fakta maka jahat benar si Anak Durhaka itu.

Paradigma seperti itu sudah berlangsung lama bahkan Gunungkidul menjadi Obyek Eksploitasi, kekeringan dan kemiskinan yang stadium 4, mungkin para makelar itu segera Siuman dan menyesali ? jawabannya adalah komitmen kembali ke alas integritas sosial.

Sebenarnya perkembangan peradaban maju itu sudah bisa menjawab persoalan kemiskinan yang jauh berbeda dan lebih maju kemudian tidak seperti yang di gembar gemborkan dalam proposal kemiskinan.

Rakyat Gunungkidul memasuki tahun 1990 an sudah sadar akan potensi sehingga memutar haluan dimana dulu tak sedikit memang  yang keluar dari Gunungkidul pulang kembali ke kampung halaman untuk membangun dan partisipasi andil menyikat paradigma Gunungkidul kering mengubah menjadi subur dan menarik, sehingga Gunungkidul menggema sebagai daerah maju.

Tentu perkembangan ini dapat kita nikmati sejumlah potensi yang telah terbangun adalah seperti adanya pembangunan jalan tembus, jalan lintas selatan, perbaikan jalur utara, tengah dan pembangunan ekonomi dan kepariwisataan telah mengubah mensite ke publik Gunungkidul bagai perawan seksi yang banyak mengagumi serta meliriknya.

Tentunya perkembangan saat ini dan kedepan kehebatan ragam potensi dan kegotongroyongan yang terus terjadi dan digali merupakan sumbangsih masyrakat, tokoh, pengusaha, birokrat dan para ilmuwan untuk terus di kembangkan di masa depan dalam penyempurnaan pembangunan demi untuk mensejahterakan warga.

Sementara itu dalam meneladani filosofi Mangkunegara yang tersohor dengan Tri Dharma Laksita yaitu, Mulat sariro hangrasa wani,Rumongsa handarbeni lan Melu Hangrungkebi adalah sebagai suport baik yang bisa di aktualisasikan dan di implementasikan dalam perkembangan kepemerintahan yang akan datang dengan mengolah hulu hilir ragam sektor adalah kunci pembanguan secfra keseluruhan.

Meneladani filosofi itu sebagai Suport dan penyadaran diri maka bahasa lugas dan mandiri ini sangat sarat dengan makna Integritas sosial dan kultural, memandang Bumi alam dan manusia bukan sebagai obyek tetapi sebagai subjek perjuangan dan spirit hidup bermasyarakat dan bernegara.

Kita sebagai warga Gunungkidul tentu harus meluluhkan jiwa dan raga sebagai Subjek yang bergerak dan melangkah dari eksistensi Gunungkidul sebagai pusat peradaban masyarakat Mataram, yaitu memulai dari Alam dan budaya, sosio-kultural yang lestari di Gunungkidul, melakukan modernisasi dan demokratisasi harus tetap berpijak pada integritas sosio-kultural di Gunungkidul secara nyata.

Kearifan lokal yang terintegrasi dengan semua unsur adalah modal utama seorang calon pemimpin Gunungkidul yang akan membawa keberhasil untuk mewujudkan Gunungkidul makmur.

Tanpa memahami kearifan lokal yang ada di Gunungkidul akan sulit melakukan perbaikan kesejahteraan masyarakat, karena membutuhkan kemampuan bisa menyelami, untuk manjing ajor ajer, Punjul ing apapak brojol ing akerep, adalah memiliki tanggungjawab dan jiwa Satria jinumput , memiliki intensitas handarbeni dan Hangrungkebi bumi Gunungkidul.

Dan jika keteladanan paripurna itu dijadikan sesanti sebagai Ruh pemimpin Gunungkidul niscaya masyarakat Gunungkidul akan mendapatkan kesejahteraan yang paripurna secara, ekonomi,sosial kultural dan mampu hidup yang mandiri, demokrasi tak tergadaikan,suara  juga tidak dijual belikan.

Perenungan Sasmita Assoc.Prof.Dr.Supriyadi,M.Pd Dosen UNS/Mantan Birokrat Kabupaten Gunungkidul (editor pemred pastvnews.com)

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi