Aktualisasikan IPTEKS Kuliah Kerja Nyata Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Ajang Pengabdian
Jumat, 17 Februari 2023 | 20:28 WIBYogyakarta- media pastvnews warta pendidikan muatan karya mahasiswa, Kuliah kerja nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa kegiatan ini di lakukan dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu di Indonesia. Tujuan dari pelaksanaan KKN adalah Meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa saat terjun di lapangan
Saat program KKN para mahasiswa terjun ke masyrakat mereka akan berbaur dengan lintas komjponen sehingga kehadirannya akan menerapkan IPTEKS secara team work dan interdispliner, hal ini untuk Menanamkan nilai kepribadian, Keuletan, etos kerja dan tangung jawab, Kemandirian, kepemimpinan dan kewirausahaan, Menanamkan jiwa peneliti sejak dini, Eksploratif dan analisik, Mendorong learning community dan learning society.
Kuliah Kerja Nyata yang di selengarakan oleh Pusat LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa sejak tanggal 9 januari sampai 17 februari 2023 ini tentunya mengajak seluruh mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini untuk beradaptasi dengan cepat dilingkungan masyarakat.
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa menerjunkan 38 padepokan yang dibagi di Kabupaten Gunungkidul, Kulonprogo, Bantul, Sleman dan Cawas Klaten Jawa Tengah.
Padepokan 19 merupakan salahsatu Padepokan yang mendapat Wilayah kerja di Dusun Serut, Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul. Dipimpin oleh Dosen Pendamping Lapangan Bapak Alfat Khaharsyah. S.Pd., M.Pd yang beranggotakan Jendesen dari prodi Agroteknologi, Arfi’ah R, Anisha N, Yuhana B dari prodi Psikologi, Yunaningtyas,
Devi P dan Eldira Z dari prodi PVKK, Setayus Y, Andre G, dan Anggi K dari prodi FKIP dan Juliyus Ari dari prodi Teknik Sipil. Sebuah tantangan bagi Kami karena kami belum pernah mengetahui Letak Wilayah dan kondisi geografis Dusun Serut ini sendiri.
Dalam bayangan kami, kami mendapat wilayah kerja yang mudah untuk kami jangkau, tetapi nyatanya kami mendapat wilayah kerja yang luas dimana mencangkup 7 RT, tentunya kami juga sedikit terkejut dengan beberapa informasi yang ada mengenai wilayah kerja kami dan akese menuju beberapa rumah warga yang cenderung licin dan berbatu.
Namun hal ini tentunya tidak menyurutkan tekat kami dalam melakukan kegiatan, seperti contohnya kami harus menjemput beberapa anak untuk kami ajak belajar dan bermain di padepokan, kami harus melewati jalanan yang rusak dan licin dikarenakan curah hujan di bulan ini cukup tinggi.
Dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi, beberapa akses jalan juga mengalami kerusakan, salahsatunya di RT 2 akses jalan menuju rumah pak RW terputus dikarenakan longsor, alhasil warga masyarakat juga harus memutar jauh ke wilayah sleman untuk melakukan aktivitasnya. Tak hanya itu, di Daerah ini juga masih mengalami kesulitan sinyal di beberapa titik, akses listrik juga mengalami beberapa kendala dimana listrik sering padam dikarenakan hujan dan angin kencang.
Beberapa teman kami terjatuh dari motor dikarenakan medan yang cukup terjal dan licin, tentunya masih banyak hal yang harus dibenahi dan diperbaiki oleh seluruh lapisan masyarakat terlebih kepada pemerintah daerah, agar terus mengupayakan dan memaksimalkan pembangunan di seluruh daerah gunungkidul.
Agar pemeratan insfratuktur di desa - desa lebih maksimal guna mensejahterakan masyarakat daerah. Kami berharap pemerintah Daerah Gunungkidul dapat memberikan banyak perhatian kepada wilayah - wilayah yang tentunya masih perlu dilakukan perkembangan pembangunan,
mungkin seperti pemaksimalan pembangunan jalan Kabupaten, pembangunan sumur resapan dan selokan agar air hujan tidak lagi menggerus jalan yang menyebabkan jalanan rusak dikarenakan terus menerus tersapu air hujan. Penulis: Arfi'ah Reihandini Jurusan Psikologi UST Yogyakarta

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'





