Kembali Ke Index Video


Polemik Jual Beli Tanah Lungguh Pejabat Jumpa Warga Uncal Uncalan Dan Berakhir Nunggu Tim Aprasial

Selasa, 1 Februari 2022 | 08:44 WIB
Dibaca: 590
DOK KEGIATAN RAPAT TERKAIT UAL BELI TANAH KHAS PENGGANTI LUNGGUH

Gunungkidul- media pastvnews.com,  Pembangunan ruas jalan Tawang  Ngalang di Ngoro oro Patuk Gunungkidul segmen 1 telah usai sejak November 2021 dan jalan ini sebagian mengunakan atau mengenai tanah lungguh Kalurahan Ngoro-oro sehingga ada tanah pengganti tanah lungguh.

Menurut Sihono BPN Gunungkidul dalam penjelasannya 27 Januari 2022 saat menghadiri pertemuan dengan warga Panewu, Bamuskal dan dari dari BPN Gunungkidul dirinya menjelaskan bahwa Proses lelang banyak yang terlibat mulai dari tingkat Kalurahan hingga BPN dengan mengungkapkan jual beli  pengganti tanah lungguh menurutnya sudah sesuai Pergub nomor 34 tahun 2017 dan ada sosialisasi.

Sementara itu uang untuk ganti lungguh telah dibelikan tanah dengan nominal kisaran 2,2 milyar lebih. Kemudian uang sudah belanjakan untuk pembelian tanah sebagai pengganti lungguh. Pertemuan ini jjuga menjelaskan, bahwa proses telah dilalui dengan adanya sosialisasi ke semua warga.

Sementara hanya 1 dukuh yang mengatakan mensosialisasi tetapi tanpa bisa menunjukan bukti tertulis hasil sosialisasi seperti Undangan, daftar hadir, keputusan atau dari pihak Kalurahan dan BPD juga tidak ada tanda tangan terkait sosialisasi sehingga ini menimbulkan banyak larangan dari warga. Lurah setempat mempertegas mengatakan ada notulen sosialisasi dan lewat pengajian.

Meski sudah di paparkan mengkai Sosialisasi ternyata dalam pertemuan terlihat tidak singkron dan malah muncal uncalan yang nyatanya proses jadi menuai kritik pedas. Beberapa Dukuh serta warga tidak pernah mengakui ada sosialisasi tentang lelang tanah pengganti lungguh apalagi soal harga yang tersiar diangggap mahal karena ada harga pembandingnya

Pertemuan pertama tak memuaskan masyarakat terlebih pertanyaan rumus apa yang bisa menilai ?. Justru saat pertemuan dengan BPN  tak bisa terjawab kemudian ini menjadi kembang lambe.

Sihono BPN mempertegas tak bertanggung jawab soal harga karena soal harga tanah yang menentukan adalah dari tim independen aprasial dan itu rahasia 'paparnya.

Yang jadi persoalan tanah hasil lelang di pandang warga kurang produktif sebab dihargai kisaran 1 juta permeter  atau lebih mahal dari harga tanah disebelahnya. Dimana tanah luas sekitar 3000 meter  di hargai 120 juta.

Tanah yang dijual dan di beli menurut sejumlah orang tak jauh dari lokasi malah menunjukkan surat pajak berupa Nilai Jual Obyek Pajak NJOP Bahwa lokasi tanah yang di lelang harganya 20.000 sampai 27.000 permeter. Mengapa ini lebih mahal dan apa rumusnya.

Sedang  satu bidang tanah tegalan yang di beli atau dijual yang luas kisaran 2000 ternyata harganya lebih mahal dari sebelahnya yakni Tujuh ratus juta lebih Itupun lokasi tanah juga lebih menjorok ke dalam.  Hasil lelang tersebut  menjadi sorotan warga masyarakat  karena penjual dan pembeli merupakan bagian dari keluarga dan perangkat kalurahan semua. 

Hasil pertemuan dengan BPN, Panewu, Lurah serta Bamuskal berakhir tak bisa menjelaskan pertanyaan pokok warga mengkait perkara jual belinya apa rumus yang bisa meraup uang ratusan juta.

Pertemuan di lanjutkan hari lainnya. Hingga berita ini muncul 1 februari 2022 masih menjadi perdebatan terkait jual beli tanah lungguh. Di akhir pertemuan hanya menthok tidak ada kepastian seusai pertanyaan warga.  

BPN Gunungkidul berjanji menunggu pertemuan lagi yang akan menghadirkan tim aprasial bentukan Pemda Gunungkidul.

Masyarakat  Ngoro-oro Patuk memang sudah cerdas dalam mensikapi hasil pembangunan yang ada di wilayahnya sehingga sangat mungkin selama ini di anggap hanya manut atau terdiam setelah hampir 10 tahun ngampet, baru tahun 2022  bledos tak bisa di bungkam, bebas menyalurkan ekspresi demi nama baik desanya

Seperti ungkapan ‘Wy’ warga setempat yang ikut bertanya  dalam  pertemuan mengkait masalah jual beli tanah dirinya pernah merasakan dibungkam.

Nach para pemirsa bagaimana kelanjutan jual beli  tanah lungguh ini, ? Semoga ada kabar berikutnya. Prediksi jika aprasial dihadirkan maka warga akan lebih garang dalam bertanya  sehingga bertujuan baik. (tim red)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi