RESES KOMISI III DPR RI LAKUKAN KUNJUNGAN KERJA KE WILAYAH DIY
Rabu, 31 Juli 2024 | 00:12 WIBYogyakarta- Pastvnews.com Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum Hak Asasi Manusia dan Keamanan melaksanakan reses atau melaksanakan kegiatan di luar masa sidang dewan di Wilayah DIY. Senin 29 Juli 2024. Seusai pertemuan dengan Kapolda DIY dan Steackholder hukum dan keamanan.
Anggota komisi III DPR RI, Dr. Wihadi Wiyanto, SH.MH menyampaikan kepada awak media isu mafia tanah menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan antara Komisi III DPR RI dengan Kapolda DIY.
Anggota Komisi III DPR RI, Dr. Wihadi Wiyanto, SH. MH mengatakan, " Hari ini kita melakukan kunjungan kerja. Reses ini kebetulan salah satu tujuannya adalah Polda DIY juga Kejaksaan Tinggi DIY juga BNN DIY.
Jadi apa yang kami sampaikan para anggota kerja dari ini adalah merupakan apa yg terjadi dari kasus kasus yang terjadi di DIY, dan memang apa yang sudah kami sampaikan terkait masalah kriminalitas, masalah ketertiban tentunya untuk kita semuanya dan salah satunya juga kita bisa menjadi masalah adanya tembak tembak yang ada di DIY.
Kami dari BNN provinsi menyatakan kasus kasus narkoba kita melihat teman teman saya kasus narkoba dan juga adanya sosialisasi narkoba yang dilakukan terus karena kita lihat bahwa DIY ini merupakan daerah pelajar banyak mahasiswa dan ini rawan terhadap narkoba terhadap masa depan bangsa berdasarkan generasi muda tentunya menjadi kesehatan kita semua.
Pak kapolda juga tetap akan melakukan pengawasan. Dan ini akan merupakan prioritas yang kita mungkinan adalah terjadi untuk peredaran narkoba baik itu dikalangan mahasiswa pelajar itu tidak terjadi.
saya kira apa yang disampaikan Pak Kapolda DIY, Kajati DIY dan kpn, adalah merupakan satu hal yang positif menginginkan polda tinggi dalam melakukan penangan penanganan perkara itu dengan profesional.
.Maraknya praktik mafia tanah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi salah satu pembahasan Komisi III DPR RI dalam kunjungan resesnya ke daerah ini, Senin 29 Juli 2024.
Anggota Komisi III DPR RI, Wihadi Wiyanto menyampaikan bahwa luasan provinsi DIY tergolong tidak besar namun sangat rawan terjadinya permainan mafia tanah.
Menurutnya, hal ini terjadi karena pertumbuhan ekonomi di DIY yang ke depannya akan terus berkembang. Sehingga memungkinkan orang dari luar DIY berkeinginan memiliki tanah di daerah ini.
"Melihat pertumbuhan dari perkonomian DIY yang akan terus berkembang sehingga dibutuhkan tanah-tanah. Disitulah, terjadi permainan mafia tanah itu," katanya.
Untuk menuntaskan kasus mafia tanah ini, menurutnya menjadi tanggung jawab para APH khususnya Polda DIY dan Kejaksaan Tinggi DIY.
Wihadi mengatakan Polda DIY siap memberantas mafia tanah ini secara profesional.
Pak Kapolda juga menyampaikan akan melakukan penyidikan secara profesional dan akan benar-benar memperhatikan mengenai mafia tanah ini serta akan memberantas mafia tanah. Bu Kajati juga memberikan perhatian, khususnya terhadap masalah ini," tutur Wihadi. (Mar)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




