Kembali Ke Index Video


Kisodewo Pejuang Tangguh Yang Terlupakan ’Ketua Trah HB III Dewa Daru KRT. Sarwanto Hadi Projo Usulkan Menjadi Pahlawan Nasional Kepada Presiden

Rabu, 19 November 2025 | 11:13 WIB
Dibaca: 89
DOK PASTVNEWS.COM KRT.SARWANTO HADI PROJO BACAKAN KISAH PERJUANGAN RADEN SINGLON

 

Kulon Progo media www.pastvnews.com,waera nasional,  laporan unik dan sejarah perjuangan dari Gunung Pentul Karangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo daerah Istimewa Yogyakarta,

Kabar yang  ditampilkan redaksi ini merupakan pembacaan sejarah Kisodewo atau R.Singlon sebagai pejuang sejati dan tangguh serta merakyat. Pejuang yang disebut dari Mataram putra dari Pangeran Diponegoro merupakan pahlawan yang mungkin terlupakan dan belum tercatat dalam sejarah negara Indonesia dalam arti sebagai pahlawan nasional.

 

R.Singlon tersebut saat mendapat wejangan atau pendidikan dari ayahandanya P.Diponegoro, sang putra harus melawan penjajahan belanda di Kulon Progo serta melakukan perlawanan gerilya maupun secara terbuka ditempat lainnya dan harus menang.

 

Kekuatan dan manunggal tekad dengan rakyat dalam memperjuangkan nasib bangsa terus berkobar dan masih dikenang diteladani oleh warga kulon Progo secara turun temurun, sehingga ada salah satu jalan bernama Kisodewo

 

Kegigihan Raden Singlon menjadi inspirasi tersendiri dalam memimpin sebuah perjuangan dalam medan perang melawan penjajah hingga mengalami kemenangan besar, namun disisi lain ada pengkhianat dari antek antek belanda kala itu sehingga Singlon dikejar kemudian ditangkap meskipun sulit dan licin bagai belut.

 

Kisodewo gagah dan mampu melakukan perlawanan segit hingga penjajah belanda kocar kacir dan kalah tertunduk lesu sehingga banyak panglima perang belanda musnah di hantam pasukan Ki Sodewo.

 

Kemenangan menjadi pejuang sejati didukung rakyat Mataram di Kulon Progo tersebut berlanjut membekas dan diingat oleh keluarga serta para pengikutnya hingga membuat darah pejuang mengalir yang tak bisa padam hingga saat ini kemudian telah menjadi bahan edukasi dalam setiap perjuangan.

 

Dalam kesempatan yang lain dalam aksi heroik melakukan perang tragedipun terjadi, dimana para antek asing yakni penjajah berupaya menangkap kembali Raden Singlon, dan terjadlilah huru hara perang besar di hingga di wilayah Kedu Jawa Tengah. R.Singlon dalam peperangan sengit tertangkap, meski sulit untuk dimatikan meski leher Kisodewo di penggal dengan pedang tajam terhunus tetap tangguh.

 

Kisah Kisodewo perang dan jatuh ditanah yang selalu bisa kembali hidup dalam melawan, membuat nyali belanda Ciut, hingga antek belanda dan penjajah tersebut kalang kabut, membuat kompeni nyalinya pudar.

 

Mengetahui keadaan kacau kala itu, ada orang kuat tapi licik dan satu perguruan dengan R.Kisodewo Dia mengetahui kelemahannya, maka setelah pedang di tebaskan dan Kisodewo ditembak berulang -ulang hingga menembus badan dan leher, Para antek asing tersebut dalam kisah penuturan Sarwanto Hadi, antek antek belanda ternyata melawan Kisodewo dengan ilmu kanuragan sedang belanda menghunus pedang dan mensiapkan bedil untuk melawan sang pejuang Kisodewo,

 

Kisah seru diurai oleh Krt.Sarwanto dan di catatanya sejak tahun 1960an dan turun temurun, sehingga awak media ini mencatat sebagai bagian dari perjuangan yang berlanjut dicatat dan disalin dalam media masa pastvnews.com dan jaringan media lainnya..

 

Dalam kisah perjuangan saat R.Singlon jatuh ke bumi badan kemudian dipisah dengan kepala sehingga keduanya terpisah tidak menyentuh bumi sehingga Ki Sodewo gugur.  

 

Krt. Sarwanto Hadi Projo  91 tahun saat membacakan surat, dengan semangat dan menjelaskan meski nenek moyangnya gugur, tetap menjadi suri taluladan bagi penerus bangsa dalam setiap pejuangan yang memang harus berani dan kuat dalam menghadapi sulit untuk menentukan nasib bangsa.

 

Kemudian untuk makam Raden Kisodewo atau Singlon kepala di Gunung Songgo  Sentolo, sedang badan dulu di pasar wates kemudian di pindah oleh pemerintah  kabupaten kulon progo dan dimakamkan di Giripeni Wates. Pungkas ketua trah HB III tersebut.

 

Kami mewakili keluarga dan trah Kisodewo ‘Tentu telah berupaya membukukan perjuangan sehingga keluarga juga sepakat Ki Sodewo di ajukan dan di angkat sebagai Pahlawan Nasional kepada Pemerintah Republik Indonesia atau Presiden, Almarhum Kiisodewo itu  kepahlawanannya sejajar  dengan Nyi Ageng Serang maupun lainnya. Papar Sarwanto.

 

Di akhir perbincangan dengan awak media pastvnews.com, pasca acara pembacaan, ketua Trah HB III Dewa Daru tersebut juga ditanya, ilmu apa yang membuat pejuang R. Kisodewo kuat dan saat di babat mati, tapi kisahnya bisa hi­dup kembali, apa kesaktiannya ? Tanya wartawan,

 

Sarwanto menyebutkan dalam edisi sebelumnya bahwa Singlon banyak guru salah satunya zaman dulu di Bagelen Purworejo menuntut beragam ilmu hingga Beliau memiliki ilmu setrategi perang melawan penjajah dan kebal sajam.

 

Ki Sodewo menguasai seperti ilmu rawa rontek, atau Pancasona dan ketika dapat dipenggal badannya namun saat badan menyentuh tanah raganya kembali dan Ia bisa hidup kembali  ‘Tandas Sarwanto Hadi Projo menutup tanya jawab dengan awak media’, semoga bermanfaat ‘ penulis kisah ( M.Rofied )

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi