Kembali Ke Index Video


Jelang Lebaran 2025 Asosiasi Sopir Logistik Indonesia Dan Aptrindo Gelar Demo Ada Apa ?

Kamis, 20 Maret 2025 | 21:34 WIB
Dibaca: 528
AKSI Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo). DI TAPAL KUDA BANGUYUWANGI 20/3/2025

Banyuwangi Jawa Timur,PastvNews.Com. lintas nasional, Kebijakan pemerintah yang melarang operasional angkutan barang selama 16 hari saat arus mudik dan balik Lebaran 2025 menuai protes keras dari Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo).

Dalam aksi damai di depan pintu masuk Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi, kedua asosiasi ini menyuarakan dampak serius yang berpotensi melumpuhkan ekonomi nasional akibat kebijakan tersebut."

Larangan ini bukan hanya menghentikan pengoperasian truk, tetapi juga menimbulkan efek domino pada berbagai sektor. Industri, pergudangan, hingga pekerja logistik terkena imbasnya. Kebijakan ini sangat meresahkan,” ungkap Ketua ASLI sekaligus Ketua DPC Aptrindo Banyuwangi, Slamet Barokah, Kamis (20/03/2025). 

Kebijakan ini dikhawatirkan akan menyebabkan gangguan besar pada distribusi bahan baku dan barang jadi. Slamet Barokah mengungkapkan bahwa pembatasan ini tidak hanya menumpuk barang di pelabuhan, tetapi juga berpotensi menurunkan devisa negara karena terhambatnya ekspor-impor."

Penumpukan barang di pelabuhan akan menambah biaya operasional, membebani importir dengan biaya demurage, dan memperburuk citra Indonesia di mata internasional,” 16 Hari Tanpa Logistik maka sangat merugikan pengusaha angkutan, Kebijakan Baru tersebut dapat Mengancam Stabilitas Ekonomi Nasional ‘Tambahnya.

Dengan aksi ini, kedua asosiasi berharap dapat mendorong pemerintah menuju kebijakan yang lebih inklusif, yang tidak hanya berorientasi pada pengendalian lalu lintas tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan ekonomi.

Farid Hidayat, perwakilan ASLI, menyoroti bahwa kebijakan yang diimplementasikan tanpa persiapan memadai ini memperburuk situasi. “Kebijakan ini memicu kepanikan. Biaya produksi melonjak, ekspor tertunda, dan pengemudi kehilangan mata pencaharian. Ini adalah pukulan besar bagi sektor logistik,” pungkasnya 

ASLI dan Aptrindo menyerukan pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan tersebut dan membuka ruang dialog bersama pelaku usaha. Menurut mereka, solusi yang lebih seimbang diperlukan untuk mengatasi tantangan arus mudik dan balik tanpa harus mengorbankan stabilitas sektor logistik dan ekonomi nasional.  (MSP)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi