Menanggung Beban Jalanan Jadi Saksi Perjuangan Sopir Truk
Sabtu, 21 Juni 2025 | 13:22 WIBBanyuwangi media pastvnews.com. warta nasional Sabtu 21 Juni 2025 Aksi protes besar-besaran dari para sopir truk yang mengguncang kota-kota besar di Indonesia bukan sekadar reaksi spontan terhadap kebijakan Zero Over Dimension Over Load (Zero ODOL), melainkan representasi nyata dari ketimpangan struktural dalam dunia logistik nasional.
Ketika kebijakan dirancang tanpa menyentuh akar persoalan, maka jalanan pun jadi arena perlawanan."Kami hanya alat produksi, tapi kami yang dijadikan korban," ujar Angga Firdiansyah, Ketua Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT), dalam orasinya di depan Kantor Gubernur Jawa Timur.
DIa menyoroti bagaimana Pasal 277 UU No. 22/2009 digunakan untuk mempidanakan sopir truk, sementara pemilik kendaraan dan pengguna jasa logistik seolah lepas dari jerat hukum.Kebijakan ODOL, yang disebut-sebut bertujuan meningkatkan keselamatan dan menekan kerusakan infrastruktur jalan, nyatanya meninggalkan beban besar di pundak pekerja paling rentan.
Tarif angkut yang rendah, tekanan dari pengusaha untuk mengangkut muatan berlebih, dan ancaman pemutusan kerja menjadi realitas harian sopir.
"Kami sudah lama hidup di bawah bayang-bayang ancaman. Kalau kami tolak, kami tak diberi muatan. Kalau kami angkut, kami bisa masuk penjara," kata Cecep Beetle, koordinator lapangan aksi di Bandung Selatan.
Sementara itu, Wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Agus Pratiknyo, menyatakan bahwa pemerintah terlalu cepat menekan sopir tanpa memberi solusi konkret. "Jangan semuanya dibebankan ke sopir. Ini masalah sistem, bukan hanya soal pelanggaran jalan raya," ujarnya tegas.Aksi yang berlangsung damai ini sempat mengguncang pusat pemerintahan daerah.
Di Surabaya, ribuan sopir memarkirkan truk mereka di depan kantor gubernur sambil menyalakan klakson dan lagu-lagu perjuangan.Getaran dari ratusan truk bahkan menyebabkan pigura Presiden Prabowo Subianto yang tergantung di dalam gedung jatuh ke lantai.
"Apa ini baru dianggap darurat kalau aspal rusak ? Bagaimana dengan hidup kami yang juga pelan-pelan hancur?" tanya Angga dalam orasinya yang disambut tepuk tangan massa.
Demo ini menunjukkan bahwa tanpa keadilan sosial dalam desain kebijakan, bahkan roda ekonomi pun bisa berhenti berputar. Jika negara terus mengabaikan suara dari jalanan, maka bukan hanya sopir yang akan mogok kepercayaan publik pun akan ikut hilang. (MSP)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'





