Kembali Ke Index Video


Board Of Peace Untuk Konflik Iran Dan Amerika Solusi Atau Malfungsi?

Selasa, 3 Maret 2026 | 22:19 WIB
Dibaca: 70
Board Of Peace Untuk Konflik Iran Dan Amerika Solusi Atau Malfungsi?
Achmad Rizal Roby Ananta’ aktifis dan anggpta perkumpulan waerawan media online Indonesia (PWMOI ) DPD Banyuwangi

Banyuwangi - Pastvnews.Com - Assalamualaikum Wr. Wb. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini izinkan saya Ahmad Rizal Roby Ananta sebagai Ketua Bidang Politik Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi memberikan suatu analisa akademis yang terjadi saat ini.

Kita mengetahui bahwa Indonesia membuat keputusan pro kontra dengan mengikut sertakan dalam Organisasi bentukan Amerika Serikat Board of Peace.

Board of Peace yang artikan dalam bahasa Indonesia Board dan Peace, Board diartikan sebagai diartikan sebagai papan atau dewan dan Peace artinya adalah damai tidak sejalan dengan adanya konflik Iran dan Amerika yang saat ini bergulir.

Dalam sejarahnya, Soekarno sebagai bapak ideologis dari GMNI ini sangat menentang sekali ketika Indonesia mendukung Israel yang hal itu adalah negara penjajah.

Soekarno bersama orang-orang terpelajar dari seluruh pelosok negeri dalam mendukung penuh arti dari kebebasan atau merdeka (freedom) mencatatkan hasil itu dalam amanat Konstitusi yang menyatakan bahwa:

"Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan"

Maka berkaitan dengan itu secara historical Indonesia menentang penuh ketika Indonesia bekerjasama dengan Israel sebagai negara penjajah.

Dalam konsep politik bebas aktif bahwa Presiden Soekarno juga mempertimbangkan netralitas dari Indonesia dalam geopolitik Internasional. Sehingga Indonesia terkenal dengan negara non blok.

Dalam kesempatan ini, saya ingin sedikit memberikan edukasi bahwa dengan adanya konflik Iran dan Amerika Serikat ini Indonesia semestinya harus keluar dalam Organisasi tersebut.

Saya tertarik ketika Presiden Prabowo memberikan opsi Indonesia sebagai mediator dalam konflik ini.

Sehemat sepengetahuan saya mediator non hakim dan mediator hakim pun atau juga aribiter di tuntut harus netral tanpa terlibat dalam kedua belah pihak yang sedang kontra.

Hal ini juga harus di pikirkan secara matang oleh Presiden Prabowo jika ingin menengahi konflik Iran dan Amerika. Maka Board of Peace saat ini malfungsi sebagai organisasi perdamaian antara Israel dengan Palestina.

Berkenaan dengan itu saya memberikan rekomendasi kepada Presiden Prabowo keluar dari Board of Peace jika ingin menjadi penengah konflik dari Iran dan Amerika. Terimakasih atas perhatian saudara-saudara yang membaca sebuah edukasi ini. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Penulis, Achmad Rizal Roby Ananta’ aktifis dan anggpta perkumpulan wartawan media online Indonesia (PWMOI ) DPD Banyuwangi




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi