Puncak Gunung Wedosari Samigaluh Kulon Progo Puncaknya Ada Hutan Larangan
Minggu, 15 Maret 2026 | 22:55 WIBKulon progo media pastvnews.com warta destinasi, wisata alam Pucak Wedosari di padukuhan Tritis Ngargosari Samigaluh Kulon Progo Yogyakarta cakep untuk di kunjungi
Kawasan alam wedosari sangat bagus dan memiliki kontur alam dan udara yang segar dapat menjadi jujugan untuk berwisata mkenikmari keindahan alam dan panorama menyeharkan mata.
Shoo pasti para wisatawan yang akan menuju lokasi ini, persiapkan dengan kendaraan yang sehat dan tenaga vit.
Jika anda dari kota Yogya atau dari Malioboro ke puncak wedosari hanya berjarak sekitar 38 KM kearah barat melalui Godean, ambil arah Banjararum atau Dekso Kalibawang, dari Dekso kearah barat naik sekitar 15 km.
Sesampainya dilokasi parkiran akan ketemu rumah sekaligus ruang pemandu dan juga penjaga bernama Sukiyono.
Untuk tiket masuk Rp. 6000 perorang parkir mobil 10.000, untuk melihat langsung dan khusus maka gunakan pemandu.
Ketika sejumlah wartawan hadir pada 14 maret 2026 bertempatan Ramadan 1447 H, penjaga tersebut menyambut dengan ramah memberikan ragam informasi destinasi.
Menurutnya, kegiatan wisata di awali sejak tahun 2017 yang silam dan kala itu masih perawan tak banyak yang menyambangi jalan karena hanya setapak dan memprihatinkan, maklum masih nol paparnya.
Bagi wisatawan jika di lokasi ada arena untuk meeting roomnya, yang bisa sambil mencicipi the dan kopi khas Nglinggo
Dikala dalam perjuangan sampai sekarang para pengelola baik karangtaruna, pokdarwis telah mendapat angin segar tahun 2017 di bangunlah ragam cara dan sarana baik tangga, atau jalan berundak hingga seling batas kanan kiri menuju puncak wedosari.
Di puncak ini terdapat 3 bangunan gazebo permanen sekaligus juga tempat untuk mangkal untuk cuci mata melihat alam yang begitu indah banget disambut dudukan bangunan gasezobo juga terdapat panggung terbuka.
Saat wisatawan dilokasi akan menikmati panorama alam indah seolah dari langit terlihat banyak pepohonan, kota kecamatan maupun alam, dengan degradasi wilayah yang tampak dari lokasi puncak wedosari.
PUNCAK WEDOSARI ADA HUTAN LARANGN
Sementara itu puncak gunung wedosari itu sendiri merupakan batu raksasa atau besar dengan bulatan batu besarnya agak mengkotak dengan panjang lingkaran sekira 160 an meter.
Untuk puncak gunung terdapat hutan bernama Hutan Larangan yang banyak di tumbuhi rerumputan serta pepohonan dengan luas puncak sekitar lebar 20 meter panjang 50 meter dengan ketebalan tanah sekira 60 cm ‘kata pengelola tersebut.
Bagi wisatawan memang tidak boleh naik ke puncak atau di hutan larangan, selain lokasi yang tinggi dan berbahaya bagi wisatawan.
Untuk puncak itu sendiri mengkait hutan larangan karena pesan dari leluhur juga pesan mbah lurah Ngargosari dulu, agar tidak setiap orang menjamah apalagi menebang kayu yang ada dapat merusak dalam hutan larangan tersebut.
HUTAN LARANGAN TAK PERNAH KERING
Kemarau panjang uniknya puncak dan hutan di atas Gunung Wedosari yang memiliki ketinggian sekira 900 Dpl tersebut tak pernah kering, dan ini memang aneh tapi nyata.
Saya melihat langsung dan mencatat pernah musim kemarau panjang 7 bulan ternyata hutan di atas puncak wedosari tetap subur dan menghijau.
KABUT TEBAL GELAP WISATAWAN TAK BOLEH NAIK
Di akhir perbincangan dengan wartawan, pria yang dirinya menjadi pekerja paruh waktu sejak tahun 2026 tersebut berpesan.
untuk kunjungan wisatawan kami batasi jamnya jika naik ke puncak tentu, sebelum magrib atau gelap maka wisatawan sudah harus turun karena tak ada penerangan selain banyak jurang.
Sedang saat ada kabut tebal wisatawan juga tak di izinkan naik karena jarak pandang hanya 3 meter maka tak akan leluasa melihat alam.
Sebagai petugas pengelola, juga mengarap fasilitas bangunan di sejumlah titik bisa ditambah oleh dinas wisata, selain jalan umum menuju lokasi juga bisa di perlebar atau di perbaiki oleh Pemda Kulon Progo Pintanya. Liputan ‘.fiq

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'









