Degradasi warna dan alam bersatu dalam nafas seni banyuwangi 2025
Sabtu, 21 Juni 2025 | 17:20 WIBBanyuwangi Jawa Timur PastvNews.com - lintas sosial di bawah kanopi trembesi raksasa kawasan wisata Jawatan Benculuk, seni menggeliat pelan bukan di ruang galeri berdinding putih, melainkan di antara embusan semilir angin dan cahaya matahari yang jatuh di tanah.
Di sinilah puluhan seniman dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul dalam helatan pameran lukisan nasional bertajuk Semerbak Mewangi menyatu dalam semesta warna, dedaunan, dan kebersamaan kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi 21 Juni 2025Kanvas-kanvas terbentang di atas tanah yang lembap, kuas menari di udara, dan percakapan lintas daerah merayap di antara tawa ringan para perupa.
Ada yang datang dari Jakarta, Surabaya, Bali, Yogyakarta, dan tentu saja dari Banyuwangi sendiri membawa gaya, cerita, dan gejolak visual mereka masing-masing.
Melukis di sini seperti menumpahkan rasa dalam ruang yang tak menuntut filosofi.Alamnya tidak hanya indah, tapi menenangkan jiwa, ini adalah karunia dari sang Maha Pencipta,” ujar Suyatmadi, pelukis asal Lumajang
Yang paling mencuri perhatian dalam kegiatan on the spot ini adalah kehadiran seniman termuda seorang gadis kecil berusia 13 tahun asal Bali.
Di tengah para seniman dewasa, gadis kecil tersebut memulas warna di atas kanvasnya dengan ketekunan dan kepekaan luar biasa.Ia tak berkata banyak, namun lukisannya berbicara lantang.
Saya suka melukis alam karena rasanya seperti berbicara tanpa suara,” katanya, dengan senyum malu-malu.Rafael Pratita Rizky Nurani nama pelukis termuda yang ikut dalam kegiatan melukis on the spot.
Putri dari seniman lukis asal Bali Patrianto, kehadirannya tak hanya menghadirkan kekaguman, tapi juga menjadi penanda bahwa masa depan seni tak pernah jauh dari masa kini hanya butuh ruang, dan kesempatan untuk tumbuh.Lukman Hakim, salah satu panitia penyelenggara yang juga ikut serta melukis dalam kegiatan ini, menekankan bahwa Semerbak Mewangi adalah ruang perjumpaan, bukan hanya pertunjukan.
Kami sengaja membawa peserta pameran untuk melukis di ruang terbuka dan menyatu dengan alam ini untuk merasakan pesona keindahan alam Jawatan yang tanpa sekat menjadi inspirasi. Saya sendiri turun langsung melukis, karena ingin membaur, merayakan warna bersama teman-teman dari berbagai daerah,” tandas nya
Acara ditutup dengan galeri terbuka di tengah alam, menampilkan puluhan karya beragam dari potret alam yang tenang hingga representasi ekspresif dari kegelisahan sosial.
Namun yang paling membekas bukan sekadar lukisan yang tertinggal, tapi suasana yang tercipta bahwa seni bisa tumbuh dari bumi, hidup dalam pertemuan, dan mewangi bersama kenangan. Banyuwang PWMOI Banyuwangi)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'





