Kembali Ke Index Video


LKAP KULON PROGO MENJEMBATANI DALAM MENGOLAH INFORMASI UNTUK WARGA

Minggu, 30 November 2025 | 11:16 WIB
Dibaca: 43
LKAP KULON PROGO MENJEMBATANI DALAM MENGOLAH INFORMASI UNTUK WARGA
dok kegiatan LKAP KULON PROGO 2025

Kulon Progo pastvnews.com, warta lintas social, Lembaga Kajian dan Advokasi Pembangunan  Kabupaten Kulon Progo di penghujung tahun 2025 mamsuki usia 1 tahun.

 

 

 

 

 

Dalam berkiprah para pengurusnya mempertegas lembaga berkomitmen sebagai ‘tangan kanan’ masyarakat yang kesulitan dalam mengakses beragam informasi dan kebijakan dalam setiap memunculkan gagasan pembangunan secara formal.

 

Lembaga tersebut didirikan oleh sekelompok pegiat Civil Society yang dikoordinir oleh Priyo Santoso asal Banaran Kulon Progo yang memilki pengaruh besar dalam sebuah kebijakan yang sangat positif demi kemajuan bersama.

 

LKAP tersebut hadir sebagai solusi praktis atas masalah klasik yang mandek atas beragam masukan, serta gagasan yang diusulan warga akibat kendala teknis dan informasi, yang kadang sulit di lakukan. 

 

 

 

Priyo Santoso tokoh masyarakat, selaku Nahkoda LKAP, kepada media menjelaskan, lembaga ini hadir karena adanya kesenjangan besar antara keinginan warga dengan kemampuan mereka untuk menyampaikannya secara formal dan berkelanjutan.

 

Lebih lanjut dipaparkan, banyaknya warga yang punya gagasan brilian untuk ikut membangun kampungnya, atau menangkap keluhan, yang mendasar tentang pelayanan, namun saat ada warga yang mengusulkan tidak terespon atau belum terakomidir sehingga mandek karena harus membuat proposal, selain membaca aturan rumit, atau mencari data pendukung susah didapat, akibatnya warga dalam sebuah forum mereka akhirnya tak berkutik atau bahkan staknan,” jelas Priyo.

 

 

 

 

LKAP itu sengaja dibentuk setidaknya menampung dua kelompok warga pertama:  Menjembatani warga yang belum melek Informasi, Kedua warga yang merasa kebingungan atau bahkan takut saat membaca dokumen resmi dan aturan pemerintah yang penuh istilah teknis. Lembaga bertugas menerjemahkan informasi tersebut menjadi bahasa yang mudah dipahami untuk masyarakat sehingga pembangunan bisa lancar.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kemudian manfaat bagi warga yang bingung merumuskan usulan: maka warga yang punya ide cemerlang namun kesulitan menyusunnya maka lembaga dapat menjadi perumusan usulan atau proposal yang resmi, kemudian siap diajukan ke pemerintah atau pihak terkait.

 

 

 

 

 

Tugas kami adalah mengubah obrolan santai di pos ronda menjadi dokumen advokasi yang tersetruktur, berbasis data, dan memiliki kekuatan hukum atau sosial untuk diperjuangkan agar terwujud atau di implementasikan,” katanya. tim red

 

.

 

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi