Sleman festival culture 2025
Kamis, 21 Agustus 2025 | 12:50 WIBSleman- Pastvnews.com, waera destinasi Sleman Culture Festival (SCF) 2025 akan dimeriahkan dengan berbagai penampilan menarik diantaranya yaitu festival upacara adat, pacuan kuda, parade militer, hingga pesta kembang api bertajuk Heiwa Hanabi atau Fireworks of Peace dari Jepang.
Festival akan digelar selama dua hari, Jumat dan Sabtu 22- 23 Agustus 2025 di Lapangan Denggung Sleman.
Festival tersebut digagas dalam rangka peringatan 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dengan menekankan pembangunan daerah berbasis kearifan budaya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, MM mengatakan SCF 2025 bukan sekadar tontonan tahunan, melainkan penguatan jati diri masyarakat.
Pemkab Sleman tidak memiliki ajang khusus dalam memeriahkan hari kemerdekaan, maka festival upacara adat yang selama ini rutin dilakukan Dinas Kebudayaan kami sinergikan dengan program internasional dari Sakuranesia,” terangnya pada kjumpa pers di Pendopo Parasamya Sleman. Rabu 20 Agustus 2025.
Susmiarto mengatakan upacara adat ini bukan ritual keagamaan, melainkan warisan sosial yang kaya filosofi. “Inilah cara kita merawat akar budaya dan mewariskannya kepada generasi muda,” kata Susmiarto.
Sedangkan, Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman, Ishadi Zayid, SH menyampaikan Sleman Culture Festival menggabungkan kebudayaan khas Sleman melalui Festival Upacara Adat, Pacuan Kuda kepang, penampilan dari siswa-siswi Sleman dan ditutup dengan kemeriahan kembang api yang menggambarkan pencapaian mimpi anak-anak pada Sabtu 23 Agustus 2025.
“Setiap kelompok berisi minimal 30 orang sehingga total peserta mencapai ratusan pelaku budaya. Mereka membawakan ragam upacara khasnya, seperti Turawahan, Suran, hingga Merti Dusun sebagai wujud syukur, gotong royong, dan nilai luhur budaya Jawa,” tutur Zayid.
Zayid menambahkan, kontingen akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi, praktisi, dan pemerhati budaya. Hanya lima kelompok terbaik yang akan mendapat penghargaan.“Festival ini adalah ruang ekspresi generasi muda agar mereka sadar identitasnya. Jangan sampai tradisi hanya diwariskan ke generasi tua,” tambahnya.
Festival Upacara Adat akan diikuti oleh 17 kontingen dari 17 kapanewon di Sleman. Penyelenggaraannya dibagi dalam dua hari. Pada hari Jumat 22 Agustus 2025 dimulai pada pukul 08.00-14.30 WIB dengan menghadirkan kontingen dari Kapanewon Turi, Sleman, Ngemplak, Gamping, Cangkringan, Minggir, Seyegan, Godean, dan Tempel.
Selanjutnya, pada Sabtu 23 Agustus 2025, festival menghadirkan kontingen dari Kapanewon Berbah, Kalasan, Pakem, Moyudan, Mlati, Prambanan, Ngaglik, dan Depok. Di hari yang sama, Pacuan Kuda d-X Pang digelar pukul 12.00-13.00 WIB. Pesta Kembang Api baru dimulai pukul 21.15 – 21.45 WIB dengan peluncurannya dari rooftop Sleman City Hall.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman juga terlibat dalam SCF dengan menghadirkan bazar UMKM mulai 22 – 23 Agustus 2025 sepanjang penyelenggaraan SCF di jogging track sepanjang sisi utara Lapangan Denggung.
Founder Yayasan Sakuranesia Society, Tomomi Sakura Ijuin, mengatakan kembang api yang akan diluncurkan dalam acara SCF 2025 bernama Heiwa Hanabi atau Kembang Api Perdamaian. Hal ini sebagai makna doa dan harapan dituangkan dalam kembang api sehingga akan membumbung tinggi ke langit.
Bahan peledak yang dahulu menjadi simbol perang kini kami ubah menjadi kembang api—sebuah simbol perdamaian. Melalui perayaan cahaya ini, kami berharap masyarakat Indonesia, Jepang, dan seluruh dunia dapat terus menenun ikatan persahabatan dan perdamaian,” ungkapnya
Kembang Api perdamaian di Indonesia mulanya berasal dari usulan Founder dari Foundation Heiwa Matsuri, Mayu Ogawa, lalu Founder Mirai Gift, Masanari Aso dan Yudai Ishikawa. Dalam acara kali ini, Yayasan Sakuranesia Society akan menyambut 60 tamu dari Jepang, terang Tomomi.
kami juga akan menyerahkan satu set lengkap alat musik marching band beserta kostumnya, pungkas Tomomi. (Mar)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'
- Weelah 4 mempelai wanita "hanya 1 mempelai pria





