Kembali Ke Index Video


Pemadam kebakaran sleman jinakan si jago merah pabrik garmen

Jumat, 23 Mei 2025 | 08:14 WIB
Dibaca: 132
Pemadam kebakaran  sleman  jinakan  si jago merah pabrik  garmen
Dok. Foto Wabup Sleman Disnaker dan Disperindag

Sleman – Pastvnews.com lintas kasus musibah kebakaran yang menimpa pabrik garmen milik PT Mataram Tunggal Garmen (MTG) pada 21 Mei 2025 sekira pukul tiga dini hari di Dusun Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, mendapat perhatian khusus  dan respon cepat dari Pemkab Sleman.

 

 

 

Beberapa jam setelah api berhasil dipadamkan, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, SE menggelar jumpa pers, menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam, melainkan akan mengawal proses bipartit antara manajemen perusahaan dan pekerja. Selain itu juga Dinas Ketenagakerjaan juga akan memberi pendampingan terhadap seluruh pekerja atau karyawan.

 

 

"Dinas Ketenagakerjaan Sleman sudah menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan untuk memastikan hak-hak pekerja tetap diperhatikan meskipun mereka dirumahkan," ungkap Danang.

 

 

Harapannya , perusahaan ini tetap bisa beroperasi karena pesanan garmen dari luar negeri banyak. Ini menjadi harapan kami. Yang penting tenaga kerja agar tidak di PHK.

 

Bagi kami yang penting itu, kata Danang.Menurutnya, karyawan yang terdampak mencapai sekitar 1.800 orang dengan rentang usia 18–45 tahun. Akibat musibah ini, para pekerja untuk sementara dirumahkan hingga batas waktu yang ditentukan.

 

 

Sementara itu Sutiasih, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman (Disnaker) mengatakan, perusahaan dan karyawan telah telah  sepakat melalui mekanisme bipartit untuk merumahkan para pekerja tanpa batas waktu yang pasti. Namun, ia menekankan bahwa hak-hak karyawan tetap harus dijamin.

"Hak dan ketentuan karyawan akan disepakati supaya tidak ada permasalahan di belakang," ujarnya.

 

 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Mae Rusmi Suryaningsih, mengatakan telah berkoordinasi dengan direksi PT Primissima agar gedungnya bisa dimanfaatkan sebagai lokasi produksi sementara.

"Di sana ada pabrik yang masih berdiri tapi tidak digunakan. Sama-sama pabrik garmen jadi masih setipe," kata Mae Rusmi.

 

 

Menurutnya, Renovasi pabrik yang terbakar diperkirakan akan berlangsung selama satu tahun. Selama masa itu, pihak manajemen berharap bisa segera menemukan tempat produksi alternatif karena permintaan ekspor sedang tinggi

Tempat produksi pabrik garmen yang terbakar untuk sementara akan dipindahkan ke PT. Primissima yang saat ini tidak beroperasi di Jalan Magelang Km. 15. (Mar)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi