Gagal Sidang Heboh ‘Sesuap Nasi Dos Beredar Pasca Sidang TKD Maguwoharjo Di PN Yogya
Rabu, 28 Februari 2024 | 16:25 WIBYogyakarta- media pastvnews.com sidang perkara tipikor berkait tanah kas Desa atau TKD untuk kalurahan Maguwoharjo hingga berita ini muncul telah masuk sesi menghadirkan saksi dari jaksa sidang ini berlangsung senin 26 Februari 2024 di PN Yogya,
Sidang di awali oleh ketua hakim dengan membuka sidang terbuka selanjutnya agendanya pemeriksaan terdakwa atas kesiapannya di lanjutkan konfrontir terhadap saksi-saksi di depan majelis hakim.
Namun dalam sidang ini lurah Maguwoharjo Kasidi tidak bisa hadir karena sejak Sabtu masih opname di rumah sakit sehingga batal menghadiri sidang.
Terpantau ketidak hadiran lurah tersebut membuat tampak kecewa bagi jaksa, sehingga terlihat melontarkan kata, waktunya sidang ya harus hadir jangan jangan setiap mau sidang seperti ini katanya.
Sementara itu menanggapi absennya terdakwa Muslim dan Priyana selaku Penasehat Hukum Lurah non aktif Kasidi, lantas memberikan surat dari tim dokter RS bahwa kliennya memang masih mondok di RS karena 2 kali dalam seminggu HD yang jadwalnya Sabtu dan Rabu
Atas kejadian ini maka Ketua hakim meminta untuk di bantarkan saja. Namun dalam perkembangan hakim, PH dan Jaksa berunding kemudian sepakat sidang pemeriksaan saksi saksi dan terdakwa diundur sehingga gelar sidang tetap berlanjut pada hari Jumat tanggal 1 Maret 2024 jam 9 wib pagi
Dalam sidang saksi memenuhi panggilan jaksa sebagai saksi yang terlihat adalah Pertama, Danang staf Jokoboyo, kedua perangjkat Desa Edi Suharjono Jogoboyo ketiga Supriyanta dukuh Pugeran ke empat eks Pj lurah Aris. Dan ke lima Sholiman BPD Maguwoharjo, kehadiran para saksi ini akan menjadi bagian informasi penting untuk mengungkap kebenaran tipikor sejauh mana keterlibatannya.
Kehadiran para saksi itu untuk menerangkan di depan majelis hakim dan di sumpah, mereka ini akan memberikan informasi baik dalam surat menyurat sewa tanah kas desa maupun dalam dugaan penerimaan uang sehingga kejaksaan bisa mengusut sampai harus ada yang bertanggung jawab atas dugaan tindak pidana korupsi atau Tipikor TKD Maguwoharjo. Usai sidang maka para saksi yang hadir lantas berkumpul untuk pulang.
Namun ada hal yang menarik pasca sidang sepertinya telah di siapkan dimana terlihat ada sesuap nasi yang terkemas dalam bok dus di kantongi plastik kresek yang kemudian dibagikan serta beredar diantara mereka namun juga ada yang kepergok menyasar atau membawa bok nasi dengan warna yang semirip di luar kamar sidang pengadilan hingga terdokumentasi.
Atas kejadian ini tentu seharusnya tidak terjadi sebab aksi nasbok itu bisa mencederai suasana tenang lingkungan pengadilan apalagi pula pihak pengadilan sudah sering mengumumkan lewat rekaman mic horn bahwa pengunjung atau yang beperkara dilarang memberikan sesuatu dalam bentuk apapun apalagi terkait sebuah sidang perkara.
Ya kalau itu nasi beneran untuk makan siang bagi para saksi untuk satu tim mereka itu tidak ada persoalan, tetapi siapa jamin jika itu bok nasi misal yang beredar malah umpamanya berisi uang atau sesuatu barang berkait dengan kasus maka bisa runyam ‘paparnya menduga duga
Nah dengan demikian maka mau jadi apa negara ini mungkin sepele tapi ramai timpal sejumlah orang dan sejumlah wartawan yang berhasil mendokementasikan nasi dos tersebut meski namanya untuk tidak di sebutkan dalam pembertaan.
Upaya sejumlah awak media untuk mewawancarai saksi berkaitan dengan nasbok tak berhasil karena mereka sudah keburu bubar untuk pulang selain waktunya juga sangat cepat, Tim red

Video Terkait
- Kasus TKD Maguwoharjo Secara Yuridis Pihak Pihak Yang Tersangkut Ada Kesetaraan di Depan Hukum
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'

