Merajut Kearifan Lokal Dalam Bingkai Kebangsaan Halal Bihalal Tandang Bareng
Sabtu, 25 April 2026 | 10:45 WIBBanyuwangi Jawa Timur PasTvNews.com – Sebagaimana pohon yang kokoh takkan tumbuh tanpa akar yang kuat, begitu pula sebuah bangsa takkan berdiri tegak tanpa memelihara jati diri budayanya.
Dalam suasana yang penuh kehangatan, acara Halal Bihalal dan Silaturahmi bertajuk "Tandang Bareng" digelar di Waroeng Kemarang Desa Tamansuruh Kecamatan Glagah, Jumat (24/04/2026).
Acara ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah upaya luhur untuk "Mempererat Kedaulatan Bangsa, dengan Berakar Budaya Nusantara"mengingatkan kita bahwa kemajuan zaman harus selalu berjalan beriringan dengan kearifan leluhur.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, momen seperti ini memiliki nilai strategis dalam menjaga kelestarian budaya di Bumi Blambangan.
"Halal Bihalal bukan hanya sekadar tradisi, melainkan cermin dari kearifan lokal yang kita warisi. Melalui kebersamaan seperti ini, kita secara tidak langsung sedang merawat dan menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.
Ini adalah cara yang paling indah untuk menjaga identitas kita sebagai masyarakat Banyuwangi yang berbudaya dan beradab," jelas Wabup Mujiono
Selanjutnya, dalam sambutannya, Teguh Eko Rahadi, S.A.B. selaku Ketua DPD MATRA (Masyarakat Adat Nusantara) Kabupaten Banyuwangi, menekankan bahwa budaya adalah napas kehidupan yang harus terus dijaga.
"Budaya bukan sekadar warisan yang ditinggalkan masa lalu, melainkan cahaya yang menerangi masa depan. Melalui wadah seperti ini, kita ingin memastikan bahwa nilai-nilai luhur tidak pudar ditelan zaman, melainkan terus menjadi pedoman dalam bertindak dan bermasyarakat. Kita kuat, karena kita tahu dari mana kita berasal," ujarnya
Sesi penting acara ini diisi oleh Mayor Jenderal TNI (Mar) Dr. Oni Junianto, S.A.P., M.M., M.Tr.Opsla. sebagai Keynote Speaker. Jenderal Oni menyampaikan pandangan strategis mengenai posisi budaya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Keberagaman budaya adalah benteng terkuat kita dari ancaman perpecahan. Menjaga nilai-nilai budaya sama artinya dengan menjaga fondasi negara. Kebudayaan harus menjadi perekat yang memperkokoh persatuan di dalam koridor kebangsaan, bukan justru menjadi pemisah.
Marilah kita rawat tradisi ini sebagai wujud cinta tanah air demi NKRI yang abadi," tegasnya.
Hal senada disampaikan oleh Kpp. Srie Soeputro dari DPW MATRA Jatim, yang mengajak seluruh hadirin untuk menanamkan semangat persatuan dalam setiap langkah.
"Semboyan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar tulisan, melainkan harus menjadi landasan kesadaran dalam cara berpikir dan bertindak. Perbedaan adalah anugerah Tuhan yang harus kita syukuri dan jadikan kekuatan, bukan alasan untuk menjauh. Kesatuan berpikir akan melahirkan kesatuan tindak," terang nya
Suasana semakin khidmat dengan pesan spiritual yang disampaikan oleh K.H. Suyuthi Toha, Pengasuh Ponpes Mansyaul Huda.
"Persatuan Indonesia adalah amanah Ilahi yang harus kita jaga sepenuh jiwa. Di atas segala perbedaan suku, adat, dan pandangan, kita berdiri di atas satu tanah air yang sama. Menjaga kerukunan dan menghormati sesama adalah kewajiban kita agar bangsa ini tetap kokoh, damai, dan bermartabat," pungkas Kiai Suyuthi (MSP)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'

