Kembali Ke Index Video


Pemkab Sleman Terus Upayakan Pemulihan Kondisi Wisata Pasca Pandemi

Kamis, 24 Maret 2022 | 19:57 WIB
Dibaca: 848
Pemkab Sleman  Terus Upayakan Pemulihan Kondisi Wisata Pasca Pandemi
Bupati Sleman bersama Kepala Dinas Pariwisata Sleman dan sejumlah Pejabat dalam keterangan persnya.

SLEMAN- media Pastvnews.com warta seputar kesehatan masih dimasa covid, Pemerintah Kabupaten Sleman terus melakukan pemulihan sektor pariwisata pasca terdampak COVID-19 yang telah terjadi sejak tahun 2020 lalu.

Hal tersebut disampaikan langsung  Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo dalam acara Press Tour yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman di Area Wisata Tebing Breksi, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Rabu 23 Maret 2022.

Kustini mengatakan bahwa Pemkab Sleman pada tahun 2022 telah menyediakan anggaran sebesar 3,4 Milyar untuk mempromosikan wisata Sleman dalam menyambut Pekan Olahraga Daerah tahun 2022 yang akan diselenggarakan di Kabupaten Sleman.

Sementara untuk hibah promosi wisata Kabupaten Sleman, pemerintah menyediakan 1 Milyar untuk event-event tertentu yang nanti akan menggerakkan perekonomian di Kabupaten Sleman,” kata Kustini.

Pemkab Sleman kata Kustini juga telah mengembangkan destinasi wisata berbasis masyarakat melalui 53 desa wisata. Pemkab nantinya akan memberikan pendampingan terhadap desa wisata tersebut untuk menggali potensi dan keunikan desa tersebut.

“Dari pariwisata, kebudayaan, maupun perindag nantinya akan selalu mendampingi. Harapannya, setiap wisata yang tumbuh, maka akan tumbuh juga sektor perekonomian,” jelas Kustini.

Selain itu, Pemkab Sleman juga telah me-launching Calender of Event tahun 2022, di mana masyarakat nanti dapat melihat event-event wisata yang ada di Kabupaten Sleman.

“Saya berharap kepada teman-teman media dapat ikut mempromosikan event tersebut, di mana terdapat unggulan-unggulan wisata yang berada di Kabupaten Sleman,” tambah Kustini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir. Suparmono, MM  menuturkan bahwa pariwisata di Kabupaten Sleman mengalami peningkatan pada tahun 2021 di tengah meningkatkan kasus COVID-19.

Hal tersebut terlihat dari meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata menjadi 147 Milyar, lebih besar 18% jika dibandingkan pada tahun 2020, di mana PAD sektor wisata di Sleman hanya sebesar 117 Milyar.

Namun di tengah peningkatan PAD tersebut, Ir. Suparmono, MM juga menyoroti mengenai penurunan jumlah wisata di Kabupaten Sleman selama masa pandemi. Menurut catatan Dinas Pariwisata Sleman, pada tahun 2019, jumlah wisatawan di Kabupaten Sleman berjumlah 10,3 juta, sementara pada tahun 2020 ada 4,25 juta.

“Dari sisi kunjungan rendah, tetapi dari sisi PAD meningkat. Itu artinya sektor usaha jasa pariwisata (UJP) seperti penginapan, rumah makan, hotel di Kabupaten Sleman lebih kuat dibanding destinasi wisata. Sehingga, UJP ini yang harus kita kuatkan,” kata Ir. Suparmono, MM

Ir. Suparmono juga berpesan bahwa selama penegakan protokol kesehatan di destinasi wisata Kabupaten Sleman dilakukan secara teratur, dapat membangkitkan sektor wisata di Kabupaten Sleman di tahun 2022 ini.

“Bahkan lebih tinggi jika dibandingkan pada tahun 2021 yang telah recovery di tengah serangan delta dan omicron. Saya yakin pada tahun 2022 ini pemulihannya lebih baik, dengan Calender of Event untuk meningkatkan kunjungan ke Kabupaten Sleman,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Ishadi Zayid, Panewu Prambanan, mengatakan bahwa salah satu strategi yang dapat dilakukan dalam memperkuat sektor pariwisata di Kabupaten Sleman adalah dengan mengembangkan pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat di tingkat kalurahan.

“Contohnya di Tebing Breksi ini, di mana masyarakat ikut andil mengelola menjadikan Tebing Breksi ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan, di mana dapat memberikan kontribusi bagi APBK Kalurahan Sambirejo hingga sebesar 1,2 Milyar,” kata Ishadi.

Lanjut Ishadi, hal tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pengelolaan wisata berbasis masyarakat kalurahan memiliki kontribusi, dan dapat bermanfaat untuk masyarakat maupun pemerintah. “Masyarakat dapat berkontribusi, mencari makan di situ (destinasi wisata),” kata Ishadi.

Selain itu, menurut Ishadi  langkah lain yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan destinasi wisata adalah memanfaatkan banyaknya kunjungan wisatawan dengan menyediakan wisata pendukung, seperti penanaman buah, dan destinasi minat khusus seperti paralayang. “Kita berharap dengan hal tersebut, dapat menjadi pemicu perekonomian di Kabupaten Sleman,” tutur Ishadi.




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi