Kembali Ke Index Video


Peran Sentral Dinas Perhubungan Untuk Kepariwisataan Gunungkidul Dan Bagaimana Menghadapi Libur Lebaran ?

Sabtu, 23 Maret 2024 | 06:16 WIB
Dibaca: 91
Peran Sentral Dinas Perhubungan Untuk Kepariwisataan Gunungkidul Dan Bagaimana Menghadapi Libur Lebaran ?
Assoc.Prof.Dr.Supriyadi,M.Pd Dosen UNS/Mantan Birokrat kabupaten Gunungkidul’

Gunungkidul- media pastvnews.com menyajikan warta detinasi, bersama Asscoc.Prof.Dr.Supriyadi M.Pd, yang kembali menoleh kebelakang sebagai wujud apresiasi yang tinggi untuk kepemimpinan Bupati pereode Tahun 2010-2015,2015 dan 2020.

Kenapa demikian ? Ya karena Bupati dimasa itu telah meletakkan pondasi dasar prioritas pembangunan pariwisata di kabupaten Gunungkidul. Terlepas banyak kritik dan kelemahan pada era tersebut, Namun kasat mata masih banyak keberhasilan yang beliau wariskan sebagai sejarah kebaikan dalam dibidang kepariwisataan.

Sementara itu kita tidak bissa menutup mata bahwa tahun 2012 dicanangkan tahun sejuta kunjungan wisatawan di Gunungkidul, dan terbukti melampaui target dan ini membawa dampak positif bagi PAD serta meroketnya jumlah tenaga kerja terserap dalam sektor budaya dan pariwisata tersebut sehingga banyak destinasi bermunculan di berbagai desa Se Gunungkidul.

Dalam update kali ini penulis tidak membahas besaran PAD pariwisata dan kebocoran yang terjadi, karena itu menjadi wilayah dan kewenangan pengamat lain serta institusi yang berkompeten namun kilas balik ini untuk mengingatkan  dan mengulik dari sisi positifnya program yang telah terlaksana.

PROBLEMATIK  KLASIK KEPARIWISATAAN

Kondisi geografis Gunungkidul yang sekarang sering menjadi spekulasi kritik dan kecaman karena di hari-hari libur selalu diwarnai macet  serta banyaknya jalan rusak, tanjakan,jasa penyeberangan tak beraturan, parkir ilegal dan lainnya pasti terjadi diberbagai lini jalan.

Menurut pemetaan penulis, problem sosial transportasi inilah yang harus segera diuraikan oleh Institusi Perhubungan sebagai leading sektor dibidang lalu lintas jalan raya.

Menurut pengamatan, di lapangan persoalan kemacetan bukan karena jalan sempit kemudian harus diperlebar karen supaya bus besar bisa masuk, parkir ilegal bertebaran tak terkendali sering terjadi pemalakan harga karcis yang tinggi

Adanya kemunculan juru seberang ditikungan dan tanjakan semakin menambah semrawut suasana di jalan, dengan demikian itu semua menjadi problem sosial lalu lintas di Gunungkidul yang harus segera dicarikan solusi secara bijak dan elegan, sehingga wisatawan yang berkunjung di Gunungkidul memiliki kesan sesuai dalam Sapta Pesona

WISATA SAAT LEBARAN

Menjelang liburan di hari Raya Idul Fitri yang segera tiba ini setidaknya harus dilakukan pembahasan terkait problem lalu lintas,

Dinas Perhubungan sebagai institusi yang paling berwenang harusnya sudah memiliki arsitek bidang perhubungan,dan kondisi yang mendesak ini kuncinya hanya 1 Yaitu Rekayasa lalu lintas paripurna.

Memang utk mewujudkan itu tdk semudah membalikkan telapak tangan, tetapi  harus berani mengambil metode Rekayasa lalu lintas darurat tetapi Cespleng atau efektif dan Efisien.

Mari kita tunggu konsep rekayasa lalulintas apalagi pada lebaran tahun ini 2024 juga akan menjadi momen penting dalam perkembangan pariwisata yang efektif penuh kesan.

Kita semua berharap semoga Dinas Perhubungan mampu memaparkan secara baik selain bisa mengedukasi masyarakat pengunjung dan pengendara. Di tulis oleh Assoc.Prof.Dr.Supriyadi,M.Pd Dosen UNS/Mantan Birokrat kabupaten Gunungkidul’ (Penyunting dan Editor tim redaksi pastvnews.com)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi