Kembali Ke Index Video


Menguak luweng Sampang Gedangsari Untuk Destinasi

Sabtu, 26 Juni 2021 | 14:00 WIB
Dibaca: 230
LUWENG SAMPANG UNTUK DESTINASI WISATA ALAM

Gedangsari media pastvnews.com, kata luweng mengingatkan zaman orde baru ada gerakan mengejar orang yang dicurigai dan dulu dimasukan ke sebuah luweng atau lubang perut bumi hingga tidak kembali

Namun luweng yang satu ini tidak ada kaitannya dengan tragedi masa silam sebab luweng sampang merupakan kawasan destinasi alam yang berada ditengah kali dan dikelola oleh warga setempat.

Lokasi luweng sampang masuk wilayah Kalurahan Sampang sehingga populer di sebut Luweng sampang.

Luweng berada dibibir jalan uatam Sampang – Terbah Gunungkidul  yang memudahkan di singgahi.

Penelusuran tim awak media pastvnews.com  25 Juni 2021, luweng memang terkesan terdapat  cekungan dalam dan lebar serta ada aliran banyu yang dalam, Yang menarik kawasan luweng ini berada di tengah sungai.

Sekilas luweng ini agak seram, karena terdapat cekungan batu batu bumi warna hitam kekar dengan panorama air tampak menghijau serta ada air menghujam ke luweng menambah sakralnya lokasi luweng.

Di lokasi ini terdapat dua cekungan atau kedung dan yang utama luweng sampang kemudian yang kedua luweng agak prampang atau bersahabat untuk di pandang.

Juru kunci luweng sampang mbah Giman saat di mintai informasi awak media pastvnews.com, terkait adanya luweng, Simbah yang mengaku lahir tahun 1930 ini memaparkan.

konon dulunya luweng untuk pertapaan dalam mengelola managemen pemerintahan atau juga sebagai pertapaan suci yang yang para petugasnya zaman dahulu orang yang pengin jadi pembesar  atau raja dan tidak semua orang bisa di lokasi.

Oleh sebab itu pengunjung yang ke lokasi luweng tak boleh berniat jahat atau berbuat mesum, juga tidak boleh membuang sampah sembarangan. Bahkan tidak boleh merokok.

Untuk luweng yang kedua atau di sisi utara yang  lebih terbuka, konon sejak dulu airnya di pergunakan bagi pasangan suami istri yang belum memiliki anak.

Luweng kedua ini kata mbah Giman, kebanyakan di pakai untuk sarana munajat kepada yang Maha Kuasa, namun kata simbah tersebut, harus ada laku prihatin dan jika ada yang mengambat atau badan belum bersih atau baik, Maka ada prosesi atau tatacara ungah ungguh yang harus di lakoni bagi yang punyai niat baik tersebut.

Saya sering mengantar dan menujukan bagi orang berkeperluan di lokasi. Tetapi tidak boleh njebur ke luweng siap saja yang ada keperluan harus nemuai saya Kata juru kunci luweng sampang mbah Gugiman menutup perbincangan dengan tim awka media pastvnews.com, tim red




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi