Kembali Ke Index Video


POLRES BANTUL DIRIKAN POSPAM OPERASI PROGO 2020

Jumat, 24 April 2020 | 21:19 WIB
Dibaca: 466
POLRES BANTUL DIRIKAN POSPAM OPERASI PROGO 2020
proses pembuatan posko

Bantul – PASTVNEWS.COM - Polres Bantul mendirikan sejumlah Pos Pengamanan (Pospam) Operasi  Progo 2020 yang akan berlangsung  selama 24 April hingga 31 Mei 2020.

Pos yang telah selesai didirikan diantaranya perbatasan Sedayu, Srandakan dan Piyungan. Sedangkan yang hingga sore hari ini masih dalam pengerjaan satu diantaranya Pos Druwo Sewon," demikian ungkap Karegkiden  Polres Bantul Iptu Mulyanto, saat koordinasi dan peninjauan pospam di Sewon, Jumat (24/4/2020).

Menurutnya, pos-pos yang berada di jalur masuk Bantul, nantinya juga difungsikan secara efektif untuk pemantauan dan pengawasan pemudik terkait dengan pencegahan Covid -19.

Pemamantauan awak media di sejumlah tempat di Bantul menunjukkan, aktivitas dan kepadatan arus lalu lintas di jalan raya yang ada di Bantul sekitar tiga hari terahir nampak terasa lebih ramai dibandingkan sebelumnya.

Menurut Anggota DPRD Bantul, Jumakir, untuk mengantisipasi penanggulangan dan penanganan penyebaran Covid -19, maka diperlukan pengetatan adanya diteksi dan pemeriksaan secara teliti kepada para pemudik yang masuk ke Bantul khususnya dan DIY pada umumnya.

Berdasarkan data dan informasi yang kami terima, bahwa orang yang positif Convid -19 di Bantul adalah akibat dan hubungannya asal bepergian dari luar. Artinya mereka bisa saja masuk membawa Virus Corona dan menulari orang lain. Maka mereka perlu dicek kesehatannya di Pospam," demikian Jumakir.

Menurutnya, pendataan kepada para pendatang harus   lebih teliti dan valid. Jika semua pemudik terdata, maka jumlahnya lebih daripada data yang sudah ada.

Menurut Ketua Gugus Satgas Penanganan dan Penanggulangan Covid -19 Bantul, Helmi Jamharis,  jumlah pemidik (orang dari luar daerah  yang masuk Bantul hingga kini ada sekita 1.850 an.

Pendataan dan pengawasannya juga dilakukan hingga ke tingkat Dusun, Desa dan Kecamatan. Untuk mengetahui kesehatan mereka, maka pemudik diharapkan melkukan isolasi mandiri", kata Helmi Jamharis.

Sementara itu, ada diantara Dusun yang memberlakukan agar pendatang harus lapor ke pengurus kampung dan dilakukan cek kesehatan maupun isolasi kepadanya. Supardi




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi