Upacara Adat Nyadran Kelurahan Prenggan Kotagede 2026 Berjalan Dengan Hikmad
Rabu, 18 Februari 2026 | 23:31 WIBKotagede - Pastvnews.com Nyadran merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Jawa yang dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, doa untuk para leluhur, serta permohonan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga.
Tradisi ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Nyadran Upacara ini biasanya dilakukan bulan ruwah sebelum masuk bulan ramadhan, sehingga ada yang menyebutkan dengan ruwahan atau juga sadranan.
Dalam rangka melestarikan tradisi tersebut, Pemerintah Kelurahan Prenggan menyelenggarakan Upacara Adat Nyadran pada hari Minggu, 15 Februari 2026, bertempat di halaman Masjid Al Barokah, RW 04 Kampung Tinalan, Kelurahan Prenggan, Kemantren Kotagede.
Kegiatan diawali pada pukul 10.00–12.00 WIB dengan acara Nyadran Pusaka Rasa, berupa Lomba Kreasi dan Inovasi Apem yang diikuti oleh ibu-ibu PKK dari 13 RW se-Kelurahan Prenggan.
Lomba ini menjadi wujud pengembangan tradisi kuliner khas Nyadran melalui sentuhan kreativitas dan inovasi. Para peserta menampilkan beragam kreasi apem dengan bentuk yang unik dan menarik, tidak hanya dari segi tampilan dan penyajian, tetapi juga dari variasi rasa yang lezat dan menggugah selera.
Hasil karya yang ditampilkan menunjukkan potensi besar masyarakat dalam mengembangkan warisan budaya secara kreatif dan adaptif.
Pada pukul 15.30–17.00 WIB, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Kirab Budaya, Umbul Donga, dan Kembul Bujana yang diikuti sekitar 200 peserta dari 13 RW se-Kelurahan Prenggan.
Kirab budaya berlangsung meriah dengan nuansa tradisional yang kental, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan warga.
Dalam sambutannya, Lurah Prenggan, Titik Yudiarti S.IP menyampaikan bahwa Upacara Adat Nyadran merupakan salah satu tradisi yang hingga kini tetap lestari di Kelurahan Prenggan.
Beliau menegaskan bahwa Kelurahan Prenggan sebagai kelurahan budaya di wilayah Kemantren Kotagede memiliki komitmen kuat untuk menjaga dan mengembangkan warisan adat istiadat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga diharapkan mampu memunculkan kreasi dan inovasi masyarakat, salah satunya melalui Lomba Kreasi dan Inovasi Apem yang hasilnya dinilai sangat luar biasa dan penuh ide kreatif.
Acara dilanjutkan dengan Umbul Donga atau doa bersama, memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga Kelurahan Prenggan, serta memohon kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa yang akan datang.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan Kembul Bujana atau makan bersama dengan penuh kebersamaan, menikmati hidangan nasi gurih, kolak, serta apem hasil karya para peserta lomba. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menjadi penegas bahwa Nyadran bukan sekadar tradisi, melainkan wujud nyata silaturahmi dan harmoni masyarakat Kelurahan Prenggan, pungkasnya. (Mar)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'


