Kembali Ke Index Video


Bulog Gunungkidul Beli Gabah Milik Petani Penyerapannya Rendah

Selasa, 11 April 2017 | 19:35 WIB
Dibaca: 1565
Bulog Gunungkidul Beli Gabah Milik Petani Penyerapannya Rendah
PETANI SEDANG PANEN GABAH

Wonosari-Pastvnews.com, Program pangan dan stok penerapan gabah yang dicanangkan Kementrian Pertanian berdasarkan instruksi Presiden RI , Joko Widodo, di Gunungkidul tergolong masih rendah penyerapanya.

Dari 16 Kecamatan diseluruh Kabupaten Gunungkidul, baru 4 Kecamatan yang melakukan transaksi penjualan gabah kepada Badan Urusan Logistik (Bulog).

Penyebab rendahnya trasaksi penjualan gabah dari petani ke bulog tak lain karena wilayah Gunungkidul merupakan rata-rata petani tadah hujan, sehingga hasil panen gabah petani Gunungkidul hanya cukup untuk memenuhi kecukupan sehari-hari. Berbeda dengan wilayah-wilayah lumbung padi yang kebanyakan  wilayah datar sehingga banyak area persawahan.

Rendahnya penyerapan gabah dari petani juga karena ketidak tahuan masyarakat, bahwa ada program penyerapan gabah yang dicanangkan oleh pemerintah belum tersosilaisasi, kalaupun tahu dimungkinkan petani beranggapan bahwa harga jual di bulog sama dengan harga yang dibeli oleh tengkulak.

Selain itu menurut para petani menjual gabah dibulog prosedurnya agak bertele-tele, sehingga petani enggan untuk menjual ke bulog.

Kepala Gudang Bulog Gunungkidul, Dani Permana menjelaskan, memang kalau petani mau menjual gabahnya ke bulog, harus melalui beberapa prosedur. Diantaranya harus ada tandatangan dari petaninya, dari Dinas Pertanian, Bulog dan Babinsa

“Jadi harus ada 4 tandatangan, makanya kalau tidak ada tandatangan itu dianggap ilegal,”jelas Dani, Selasa, 11/04/2017.

Oleh karena itu, lanjut Dani, kalau ada serap gabah, babinsa yang survai dan koordinasi dengan Bulog serta lapor ke Dinas Pertanian nanti Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang turun ke lapangan.

Terkait dengan pembelian gabah petani, menurut Dani tergantung dari kwalitas gabahnya itu sendiri, kalau berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 48 tahun 2017 tentang pembelian gabah petani.

Kalau sesuai dengan Inpres pembelian harga gabah petani terkait kwalitas kadar air maximal 25%, tetapi yang sekarang dengan adanya permentan gabah petani bisa dibeli dengan kadar air antara 25% sampai 30% dengan harga Rp.3.700,- per kilogramnya, itu termasuk gabah kering panen (GKP)

Kalau masuknya gabah kering siap giling (GKSG) dengan kadar air dibawah 14% bulog membeli dengan harga Rp.4.200,- sampai  Rp.4.600,- imbuhnya.

Di Bulog sendiri sudah dibentuk Tim Satuan Kerja (Satker), sehingga dalam pembelian gabah dari petani yang menangani adalah tim tersebut.

Ditempat berbeda Kepala Kodim 0730, lewat Bintara Tinggi (Bati ) Perlawanan Wilayah (Wanwil ) Bagian Upaya Khusus (Upsus), Serma Dedy Setiawan, menjelaskan bahwa program serab gabah dari pemerintah masih terus dilaksanakan untuk wilayah Gunungkidul.

Program serab gabah dari petani di Gunungkidul masih kita laksanakan terus, artinya masih berjalan,”jelas Dedy. Sampai saat ini lanjutnya , untuk Gunungkidul ada 4 Kecamatan yang baru melakukan transaksi penjualan kepada bulog, diantaranya Kecamatan Ngawen, Nglipar, Patuk dan Semanu dan jumlah gabah yang sudah dibeli dari petani berjumlah sekitar 1.299 ton.

Menurut Dedy, kurangnya minat petani menjual gabah kepada bulog karena ketidaktahuan bahwa harga gabah penjualannya hanya sama dengan harga tengkulak, ya petani itu tidak tahu kalau harga jual di bulog itu untuk gabah kering siap giling Rp.4.600,- perkilogram, tetapi setelah ada sosialisasi kepada masyarakat maka sekarang pada ramai-ramai menjual ke bulog,”pungkasnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Kementerian Pertanian dan Bulog menggelar program nasional pencanangan penyerapan gabah guna menanggulangi anjloknya harga komoditas padi di tingkat petani. WJN




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi