Kembali Ke Index Video


Indonesia Menuju Produsen Kakao No 1 Di Dunia

Sabtu, 26 September 2015 | 20:00 WIB
Dibaca: 2530
Indonesia Menuju Produsen Kakao No 1 Di Dunia
sultan meninjau hasil kakao

Media-PASTVNEWS.COM, Indonesia saat ini meduduki peringkat ketiga dunia sebagai produsen kakao, setelah Pantai Gading dan Ghana. Berdasarkan data ICCO, pada tahun 2014, produksi biji kakao Indonesia mencapai 370ribu ton.

Komoditas kakao memiliki peran penting dalam perolehan devisa negara maupun penyerapan tenaga kerja karena memiliki keterkaitan yang luas ke hulu maupun hilirnya. Di mana industri kakao ini pada tahun 2014 menyumbangkan devisa hingga mrncapai USD 1,24  miliar.

Di samping itu komoditas kakao ini memiliki potensi untuk ditingkatkan dengan meningkatkan produk turunan kakao yang bernilai tambah tinggi dengan beragam produk yang dihasilkan.

Menteri Perindistrian, Saleh Husin mengungkapkan semenjak diberlakukannya kebijakan pemerintah tentang Bea Keluar (BK) pada 2010 silam, telah berhasil mengurangi ekspor biji kakao.

Di mana ekspor biji pada tahun 2013 sebesar 188,4 ribu ton turun menjadi 63,3ribu ton pada tahun 2014. Sedangkan untuk ekspor olahan biji kakao mengalami peningkatan Di tahun 2013 ekspor kakao olahan Indonesia sebanyaak 196,3 ribu ton meningkat menjadi sebesar 242,2 ton di tahun 2014 atau mengalami peningkatan sebesar 23,3%.

Namun sayangnya meski mengalami peningkatan ekspor kakap olahan, sambung suami dari Andresca ini, di sisi lain masih terdapat kenaikan impor biji kakao.

Jika di tahun 2013 nilai impor hanya sebanyak 30,7 ribu ton, di tahun berikutnya , 2014, mengalami peningkatan impor biji kakao sebesar 109,4 ribu ton.

“Adanya peningkatan nilai impor biji kakao, hal ini menunjukkan ada kekurangan bahan baku biji kakao di dalam negeri.

Dengan demikian perlu dilakukan peningkatan produktifitas baik melalui intensifikasi dan ekstensifikasi tanaman kakao” ujar pria kelahiran 16 September 1963 ini seusai pembukaan pameran coklat dalam rangka Peringatan Hari Kakao Indonesia (Cocoa Day) ke 3 di Ambarrukmo Plaza, didampingi Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

Lebih jauh Saleh Husin mengatakan dengan pemberlakukan BK nantinya 0% makin hari makin ke depan Indonesia tidak lagi mengekspor biji kakao akan tetapi diharapkan sudah harus mampu mengekspor produk jadi.

Begitu pula dengan impor biji kakao dari Afrika harus dihentikan dengan cara meningkatkan produktifitas tanaman kakao. Oleh karenanya Saleh Husin juga menginginkan produktifitas tanaman kakao dengan program pembangunan perkebunan kakao berkelanjutan.

Di samping itu para petani kakao juga diberi kepelatihan-kepelatihan serta berbagai bimbingan guna meningkatkan kemampuan para petani kakao.

Karena dengan kepelatihan serta bimbingan ini telah terbukti meningkatkan hasil. Dari yang awalnya hanya 0,5 ton perhektar dapat meningkat menjadi 2 ton perhektar. “anjar




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi