Duh Gusti, Indonesia Berkabung ?
Sabtu, 19 September 2015 | 18:58 WIBMedia-pastvnews.com, Kondisi gonjang ganjing sosial politik bangsa yang terus mendera negeri mengundang keprihatinan sekelompok seniman yang tergabung dalam Proyek Seni Indonesia.
Dan sebagai ungkapan keprihatinannya mereka menggelar pameran seni rupa, dengan tajuk “Duh Gusti”
Bertempat di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjo soemantri (PKKH) UGM, mereka menghelat pameran “Duh Gusti” sebagai ungkapan rasa duka serta keprihatinan melihat kondisi negeri yang tak jua surut dilanda gonjang-ganjing.
Namun meski sebagai ungkapan kesedihan yang mendalam, pameran ini dapat pula dimaknai sebagai ungkpan permohonan terhadap Yang Maha Kuasa. Oleh karenanya ditepi keprihatinan tetap tersirat rasa optimisme terhadap kondisi sosial politik yang tengah berlangsung di negeri ini.
Sehingg ditengah rasa sedih yang mereka rasakan masih tersimpan asa yang tersimpan di hati. Di mana hal ini dapat kita cermati dalam setiap karya-karya mereka. Di balik balutan rasa kepedihan serta keprihatinan, mereka tetap menunjukkan optimismenya melalui karya mereka tampilkan.
Perasaan sedih dan keprihatinan antara lain ditunjukkan Ngakan Ardana. Ngakan mengundang pengunjung untuk mengekspresikan dengan menuliskan situasi atau hal-hal yang dinilai membawa sial dalam hidup ini di secarik kertas, kemudian mengantungkan di tali sepanjang ruang pamer di lantai bawah.
Ungkapan yang hampir serupa juga ditampilkan sejumlah perupa yang berkolaborasi dalam Cahaya Negeri. Cahaya Negeri yang digawangi oleh Agnesia Linda,Doni Maulistya dan Nindityo Adi Purnomo, mengajak pengunjung untuk merapalkan doa-doa dalam podium-podium yang telah disediakan.
Pengunjung pun juga dapat mengirimkan doa ke akun media social Cahaya Negeri dan akan ditampilkan melalui sebuah layar.
Dalam pameran “Duh Gusti” yang menghadirkan tujuh perupa dan performer jug ditampilkan 60 karya hasil kegiatan melukis bersama yang pernah diselenggarakan satu bulan sebelumnya di Beringin Soekarno Universitas Sanata Darma.
Dalam mengelar pameran “Duh Gusti” bukan tanpa alasan, karena sebelumnya para seniman ini telah melalui beberapa sesi, seperti focusedgrup discussion (FGD) guna menggali gagasan atau tema yang akan diangkat.
Dan diakhir pameran, kumpulan kertas-kertas karya Ngakan Ardanan yang sudah ditulisi pengunjung nantinya akan dibakar melalui prosesi pralaya mantra, sebagai bentuk prosesi membuang sial. Prosesi ini juga menandai penyelenggaraan festival music “Berani Jujur”. Anjar

Video Terkait
- Janda Asyik Kumpul Kebo Dengan Oknum PNS Akhirnya Di Gerebeg Massa
- Konggres Sungai 2015 Tak Transparan Journalis KJPL Desak Penegak Hukum Mengusut Tuntas




