Kembali Ke Index Video


Jurnalist Membedah Goa Sumurup di Klendrekan Banjarsari Samigaluh Kulonprogo

Senin, 2 Februari 2015 | 15:30 WIB
Dibaca: 2359
MULUT PINTU MASUK GOA SUMURUP DI KLENDREKAN BANJARSARI SAMIGALUH DARI PINTU TIMUR DI ATAS TEBING YANG CURAM

Kulonprogo-PASTVNEWS.COM, Kabupaten kulonprogo memiliki kekayaan alam yang melimpah terdiri dari gunung bukit dan areal pertanian dan perkebunan yang terpampang di sepanjang perbukitan.

Tak hanya alam pertanian dan perkebunan yang menarik, obyek alam yang lainnya juga cukup menantang dan masih banyak yang terpendam dan belum terekspos ke publik. Seperti halnya pada hari minggu 1 februari 2015 tim media pastvnews.com, dan warga Klendrekan Banjarsari Samigaluh, menyempatkan melakukan inspeksi di kawasan goa bawah tanah Sumurup, dengan demikian tentu infonya akan berlanjut di konsumsi publik.

 Seperti apa perjalanan kami saat masuk hingga keluar dan berbasah ria di dalam goa tersebut ? di bawah ini, kami siang itu agenda memang sudah di rencanakan semalam, namun karena padatnya agenda, maka satu tim yang masih di gunungkidul baru bisa menghampiri perjalanan para rekan meski kawan kawan masih di sleman dan jogja.

 Yang dari gunungkidul dengan putaran roda motor yang cepat dari patuk jam 10.30 pagi  meluncur ke barat akhirnya bertemu di nanggulan, karena cuaca mendung dan gerimis, maka 1 sepeda motor di parkir di RS Muhammadiyah Nanggulan, dan menunggu rekan dari 2 daerah sleman dan Kota.

Jam 13.00 wib, tim bersatu mengendarai mobil dan meluncur ke barat menuju perbukitan menoreh, tepatnya ke padukuhan Klendrekan IX banjarsari samigaluh Kulonprogo. Sepanjang perjalanan tim lantas di sambut tanjakan dan jalan beraspal maupun jalan cor semen, kemudian liukan jalan-jalan sempit dan banyak jurang, hawa dingin juga terasa karena memang telah memasuki daratan tinggi sekitar 800 DPL, di atas permukaan laut dan terasa cles.

Tak hanya itu bulu kuduk terkadang berdiri karena harus berhenti mendadak di tikungan jalan yang susah di lalui, sehingga salah satu kendaraan harus berhenti dan mengalah, untuk berpapasan sesama kendaraan.

Perjalan cukup santai karena tim jurnalist agar dapat menikmati panorama alam yang wah, bagai masuk di awang awang hingga mampu melihat bawah dan alam yang begitu memikat, sadar atas hal ini ternyata Indonesia salah satunya kulonprogo, memiliki lahan ijo royo royo dan gemah rifah loh jinawi, dimana banyak tumbukan dan pertanian dan kekayaan alam yang indah Atas KaruniaNya.

Tak terasa perjalan sudah 1 jam, akhirnya kami menuju sasaran yakni ke rumah salah satu warga bapak wagimin yang merupakan salah satu dari rombongan sesampainya di sana, tim ternyata sudah di sambut antusias, oleh ibu ibu serta beberapa pemuda desa setempat.

Setelah santai dan duduk di tikar yang masih berlantaikan tanah sambil ngobrol ngalor ngidul juga mendengarkan serta di jelaskan kondisi desa kepada tim jurnalis,maka di ambil kesimpulan, meski kami sempat termangu, ternyata banyak kisah unik yang di paparkan, hingga panorama alam yang ada di desanya dapat menjadi bagian yang menyejukan hati para pengunjung.

 Paparan berlanjut hingga sekitar 1 jam, dan ibu pemilik rumah atau ibu dari pak wagimin yang merupakan Dr.hewan lulusan UGM, menyela, monggo pak dan mas-mas unjukanipun di pun awiti njih meniko wonten daharanipun asli saking wong Ndeso bukit menoreh sak ontene.

 ( mari pak dan mas mas minumannya, di mulai minum dan ini makanan apa adanya orang desa dari bukit menoreh) Setelah menu tersajikan, maka para bibir menyeruputttt, teh, kopi, dan makanan pisang, kluwih ketela goreng, dan makanan khas yakni geblek, hingga satu persatu di cicipi, bahkan geblegnya nyaris habis.

Setelah banyak sajian, yang terakhir tuan rumah juga menyilahkan untuk makan bareng dengan manu menu desa yang khas dan wuuenak. Puas dengan sajian dan mengiangat waktu maka, tim lantas di pandu, menuju lokasi goa alam yang jaraknya hampir 1 km meter.

Segala persiapan menuju obyek, seperti oncor, jas hujan korek api, helm topi senter dan kamera  di kemas di tas dan palastik masing masing.

Dalam perjalan yang kebetulan masih cerah belum hujan itu, setelah perjalanan mengitari sawah perbukitan dan lembah, maka tim jurnalis dan pastvnews.com, dan warga melintari sungai dengan arus yang cukup deras dengan bebatuan yang bagus. Di areal ini sempat binggung karena tersesat karena salah jalan selain hujan juga turun naik, maka kami harus kembali memutar, dan mengitari tebing.

Setelah dapat menemukan jalan setepak dan jelas dengan banyak rintangan  tanah dan derasnya hujan, maka tim bertemukan jalan padas yang di perkeras dengan hamparan sawah yang bagus, hingga menuju kawasan yang akan di sasar.

Setelah melintasi sawah pegunungan dan guyuran hujan 10 menit, kemudian tim sebagian kembali tersesat, beruntung baru 100 meter sehingga kami bisa bergabung kembali. Saking capeknya dan hujan yang tak kunjung reda, perjalan kembali, berlanjut, namun satu di antara tim “ berkata waduh aku mau beol, gimana nihh, yaa sudah ini kan sepi tak ada MCK nonggrong aja di situ, entar kepunyaanmu, akan tergerus air hujan,,, haaaa..haaa... akhirnya entah dimana beolnya. 1 orang di tinggalkan,

Sekitar 10 menit Dia menyusul, dan berkata dah lega aku, tapi aku ndak mau masuk, tapi ini aja foto aku ambilin, yaaa, akhirnya setelah di depan goa yang oleh warga setempat di beri nama Goa sumurup, di pintu masuk utama kami berkumpul komplit sebanyak 7 orang.




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi