Kembali Ke Index Video


Proyek SPAM DPU Gunungkidul Berpotensi Menimbulkan Masalah

Kamis, 24 September 2015 | 14:00 WIB
Dibaca: 1162
Proyek SPAM DPU Gunungkidul  Berpotensi Menimbulkan Masalah
FOTO TANGKI/TORN UNTUK SPAM NGLIPAR GUNUNGKIDUL 2015 DI MENGGER

GUNUNGKIDUL-PASTVNEWS.COM,Proyek Air Minum Pedesaan (SPAM) di wilayah Mengger, Kecamatan Nglipar kabupaten Gunungkidul dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gunungkidul berpotensi menimbulkan masalah dan akan menjadi pekerjaan rumah Dinas PU di kemudian hari. 

Proyek tersebut dikerjakan oleh rekanan FA. Budi Utama dengan total anggaran senilai Rp 299 juta, untuk pembangunan penambahan jaringan air minum yang di biayai anggaran DAK (Dana Alokasi Khusus) Tahun Anggaran 2015.

Pantauan media dugaan perencanaan di awal tidak melakukan uji  kemampuan debit air terlebih dulu, sehingga besar kemungkinan bangunan tersebut akan mangkrak bahkan akan sia-sia jika nantinya sumber air tidak lah mampu mencukupi.

Dengan demikian jelas masyarakat tetap tidak bisa menikmati air bersih seperti yang diharapkan, memang jaringan telah dibangun namun sumber airnya tidak mencukupi.

Disisi lain ternyata sumber air yang digunakan oleh proyek PU tersebut diambilkan atau disambungkan dengan jaringan milik Caritas, sehingga tidak menutup kemingkinan kedepannya akan menimbulkan masalah dengan Caritas.

Terkait penyambungan  aturannya juga belum jelas apakah diperbolehkan PU melakukan pendampingan terhadap Proyek Caritas, mengingat hal itu tidak lazim dilakukan oleh dinas PU manapun.

Pengerjaan jaringan air ini mungkin baru pertama kali PU melakukannya, dan ini berpotensi dipermasalah dikemudian hari oleh pihak Caritas sebab sampai di unggahnya berita ini pihak pemberi bantuan awal  caritas tidak mengetahuinya jika sumbernya dipergunakan oleh SPAM PU.

Melihat kondisi ini DPU seharusnya gerak cepat mencarikan solusi agar dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang mungkin bisa terjadi.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Gunungkidul, Bambang Antono ketika ditemui awak media diruang kerjanya tidak mengetahui jika sumber yang sedianya akan digunakan ternyata justru malah sumber milik kelompok Caritas. Tim red”

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi