Kembali Ke Index Video


Ketimpangan dibidang ekonomi dan pendidikan masih terjadi

Selasa, 24 Desember 2019 | 07:25 WIB
Dibaca: 783
Ketimpangan dibidang ekonomi  dan pendidikan masih terjadi
SERAP ASPIRASI WARGA TENTANG PENDIDIKAN

Bantul - Pastvnews.com -  Lintas Politik dan Hukum - Anggota DPD RI asal Dapil DIY, Dr H Helmy Muhammad, bertekat akan menguatkan pendidikan dan mandirikan ekonomi umat di tengah masyarakat melalui metode "azwaja".

Hal itu diungkapkan oleh Helmy Muhammad saat "silaturahmi dan jaring aspirasi bersama dengan masyarakat Pleret Bantul DIY, di Balai Kelurahan Pleret, Senin malam (23/12).

Menurutnya, di bidang pendidikan, secara nasional perlu adanya standarisasi kualitas. Standar mutu ini melalui dan khususnya dalam hal Ujian Nasional (Unas) yang berlaku untuk berbagai wilayah.

Ini harus diperhatikan betul. Tujuannya adalah agar kualitas pendidikan Indonesia dipercaya,  termasuk oleh negara lain. Maka salah satu nara sumber untuk memberikan input tentang itu, saya juga akan menghadirkan nara sumber untuk memberikan pembahasan dan masukan tentang pendidikan kepada pemerintah", katanya.

Menurutnya, dalam massa reses kali ini, pihaknya melakukan silaturahmi dan jaring aspirasi sebanyak 15 kali di di Kota Yogyayakrta dan kabupaten di wialayah DIY.

Sementara itu, Juru Bicara  Hilmy Muhammad, Drs. Idham Ibty MM, mengatakan, seiring dengan masa kekinian saat ini, ketimpangan dibidang ekonomi  dan pendidikan masih terjadi.

Konsep pendidikan yang integritas perlu diwujudkan. Ada integritas vertikal. Ketimpangan pendidikan dan ekonomi masih terjadi, maka perlu dihilangkan oleh berbagai pihak termasuk oleh pengambilan kebijakan. Pendidikan ini adalah yang a'la azwaja (arif), "kata Idham.

Menurutnya, oleh karena itu, masukan atau aspirasi dari kasyarakat pada malam ini sangat diperlukan oleh Gus Helmy Muhammad untuk dibawa ke Pemerintah demi kemajuan masyarakat.

Pada kesempatan sama, KH. Muhammad Nazif Masykur S.Fi Islam, MPD, yang juga nara sumber menyatakan, diperlukan adanya standarisasi guru atau pengajar pesantren.

Pengelolaann badan wakaf, ekonomi harus kuat. Perlu adanya penguatan manajeman (di lingkungan nahdiyin. Hal itu manfaatnya bisa untuk mempersempit radikalisasi", kata Nazif. Silaturahmi dan jaring aspirasi kali ini diikuti oleh sekitar 115 orang. Supardi




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi