Breaking:

Kembali Ke Index Video


Dekranasda Sleman Gelar Produk Batik Preneur. Upaya Dorong Alumni Tembus Pasar

Kamis, 10 September 2026 | 10:46 WIB
Dibaca: 27
Dekranasda Sleman Gelar Produk Batik Preneur. Upaya Dorong Alumni Tembus Pasar

SLEMAN – Pastvnew.com Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Gelar Karya Batik Hasil Produk Alumni Pelatihan Gen Z Batik Preneur – Pendidikan Kecakapan Wirausaha Tahun 2026, bertempat di Grha Kriya Dekranasda Sleman, Rabu 9 September 2026.

 

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Hari Batik Tahun 2026, sekaligus menyediakan ruang bagi sembilan alumni untuk memamerkan karya, membangun jejaring, dan menciptakan peluang transaksi dengan masyarakat maupun pasar.

 

 

Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman, Parmilah, mengapresiasi keberanian alumni yang menampilkan karyanya dalam momentum “9 Alumni, 9 September, 1 Ruang Karya”.

 

 

“Yang baik harus diberi ruang untuk dilihat, diapresiasi, dan dikembangkan menjadi peluang usaha. Gelar produk ini bukanlah akhir, justru awal dari perjalanan usaha yang sesungguhnya.” ujar Parmilah.

 

 

Ia berpesan agar alumni terus belajar meski produk atau pasar mereka belum sempurna, serta mendorong mereka untuk membangun mental pantang menyerah, disiplin, dan terus berinovasi untuk mengembangkan usaha ke depan.

 

 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Dwi Wulandari, menyampaikan bahwa gelar produk ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga untuk memperkuat kapasitas, kreativitas, promosi, dan pengembangan pasar bagi industri kecil dan menengah batik.

 

 

Ia mengatakan sebanyak 27 produk hasil karya dari sembilan alumni diperkenalkan kepada publik pada kegiatan tersebut, dengan enam produk terpilih ditampilkan dalam sesi fashion show.

 

 

“Produk selanjutnya akan tetap ditata di Grha Kriya Dekranasda hingga akhir tahun 2026, sehingga gelar produk tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk promosi dan pengembangan usaha yang berkelanjutan.” tambah Dwi.

 

 

Salah satu alumni, Amanda, mengaku pelatihan ini memberi pengalaman berharga, bukan hanya tentang teknik membatik, tetapi juga mengenai proses riset, kesabaran, dan kreativitas dalam menghasilkan karya yang layak dijual.

 

 

Menurutnya, kesan paling berarti selama pelatihan adalah rasa kebersamaan di antara alumni yang saling belajar dan mendukung, dan ia berharap agar hubungan baik antar-alumni dapat terus berlanjut setelah program ini selesai. (Mar)

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi