KARNAVAL SELENDANG SUTERA 2017 MERAJUT KEBHINEKAAN
Senin, 1 Mei 2017 | 18:16 WIBMedia pastvnews.com masih kita ingat kutipan bait, dalam kitab Sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14. Meskipun berbeda beda tapi tetap satu juga, itulah barangkali yang mengispirasi,para pendiri negara ini, yang kemudian dijadikan semboyan Indonesia.
Keanekaragaman budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan adalah suatu kenyataan yang tak terbantahkan di bumi Nusantara, Republik Indonesia. Para pendiri republik ini menyadari hal tersebut. Sehingga dengan kerendahan hati, mereka bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan sebagai satu bangsa, Indonesia.
Yogyakarta dikenal sebagai kota budaya, kota perjuangan, sebagai miniature, Indonesia. Wajar jika berbagai aktivitas pelajar dan mahasiswa yang datang dari penjuru tanah air tergabung dalam komunitas IKPMD.
Minggu, (30/4/2017) pekan lalu,berkumpul dalam bingkai Karnaval Budaya Selendang Sutera 2017 yang diselenggarakan Seksi Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta.
Dengan ditandai pengibaran bendera start, oleh Setyawan H dari Dinas Kebudayaan.Peserta menuju depan Gedung Agung, Titik Nol Kilometer, Jalan Panembahan Senopati, Jalan Sultan Agung menuju Puro Pakualaman. Kontingen Karnaval Budaya Selendang Sutera 2017 akan “dijemput” Prajurit Bregada Plangkir.
Bregada Lombok Abang, Pakualaman. Sambutan luar biasa dari masyarakat yang sejak siang hingga petang menyaksikan, meski siang itu diguyur hujan.
Karnaval diikuti Mahasiswa-mahasiswa daerah dari seluruh Nusantara diawali, Prajurit Bregada Plangkir, Bregada Lombok Abang, Pakualaman Marching Band Bahana Jaya Samudra dari Akademi Maritim Yogyakarta, Komunitas Jeron Beteng, Kolaborasi Barongsai dan Jathilan, kelompok-kelompok seni tradisi dari kawasan pinggiran DIY, seperti Srandakan, Tuksono, Jatimulyo.
Sementara itu satu di antara group yang tampil adalah Gedruk asal Wukirsari Imogiri dengan tampilan yang oke. Pendamping gedruk Bp. Hadi mengatakan, kami bisa tampil seperti ini dengan latihan rutin dan kompak 'paparnya singkat
Selain itu beberapa komunitas yang turut mendukung keberagaman terlibat dalam Karnaval ini. Diffable Motocyclist Community serta Jogja Garuk Sampah adalah komunitas-komunitas yang akan tampil mendukung Karnaval Budaya ini.
Keterlibatan Akademi Maritim Yogyakarta sebagai Marching Band dengan jumlah kontingen terbanyak (110 orang), bukan tanpa sebab. Kepulauan Nusantara membentang sepanjang Sumatera hingga Papua. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia.
Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim.
Laut bukanlah pemisah, laut adalah penghubung dengan saudara-saudara kita di tempat lain.Diambilnya dengan nama sebagaimana diungkapkan, Serafina Ahita, Selendang Sutra (Semarak Legenda Gendang Suku Nusantara) adalah rangkaian program yang dilaksanakan dibawah Dinas Kebudayaan secara berkala sejak 2015.
Program ini merupakan ruang untuk mempertemukan dan saling memahami nilai-nilai budaya antar etnis yang berada di Yogyakarta. Karnaval Budaya ini merupakan salah satu pembuka rangkaian program kegiatan Selendang Sutra 2017, seperti seminar, kemah budaya, dan gelar budaya.
Karnaval Budaya Selendang Sutera sebagai ajang mempertemukan budaya Nusantara yang diwakili IKPMD dan budaya Jawa yang mengakar kuat di komunitas seni tradisi di Yogyakarta.
Ajang pertemuan budaya ini dirayakan dengan penuh semangat kebhinekaan dan mampu menjadi modal bangsa masyarakat adil dan sejahtera,” tuturnya. Isan Riyanto

Video Terkait
- Karnaval selendang sutera di meriahkan beragam bregodo
- REVITALISASI KAWASAN MALIOBORO TAHAP KEDUA 2017 DIKEBUT
- TMMD Kodim 0730 Gunungkidul Tinggalkan Jejak Buat Jalan 800 Meter di Candirejo Semin
- Ujian Nasional SMK N 1 Nglipar Gunungkidul Masuk Runer Up
- Tenaga Buruh DIY Tuntut Kenaikan Upah Outsourcing di Hapus 'inilah 5 Tuntutannya
- forum diskusi group sistem budidaya tanaman tak sejahterakan petani
- Buruh DI Bantul Rayakan May Day Dalam Kebersamaaan
- Prosesi Sakral Tinggalan Dalem Jumengan Kraton Surakarta 2017 Terasa Magis
- Hobi burung perkutut banyak di lirik pensiunan dan profesional
- Makna Hari Kartini Di Desa Selang Gunungkidul 'Ajak Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
- Dorong destinasi lebih di kenal Jogja internasional air show tampil di 5 wilayah
- 35 Ribu Wisatawan Kunjungi Musium Tani Jawa Candran 'Tahun 2017 Di Gelontor Dana 2,5 Milyar





