Dorong destinasi lebih di kenal Jogja internasional air show tampil di 5 wilayah
Kamis, 27 April 2017 | 10:05 WIBWonosari-Pastvnews.com- Rabu, 26/04/2017 siang ratusan penerjun dari berbagai Negara ambil bagian dalam Jogja Internasional Air Show (JIAS) di lapangan udara (Lanud) Gading Playen Gunungkidul.
Acara ini ajang memecahkan rekor muri terjun payung kerjasama di udara dengan membentuk formasi. Yang sebelumnya, pagi tadi sudah diperahkan rekor muri untuk pelempar cak blender yang sebelumnya dipecahkan dengan 780 pelempar cak blender sekarang dipecahkan menjadi seribu pelempar cak blender.
Hal ini diungkapkan oleh Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Adi Sucipto Yogyakarta, Marsekal Pertama Ir.Novian Samiyoga, MM, disela-sela acara acara.
Dikatakan Novian Samiyoga, yang akan mengikuti terjun payung nanti sekitar seratus penerjun termasuk penerjun asing, tetapi yang ikut memecahkan rekor muri kategori kerjasama diudara 30 orang semua dari Indonesia.
“Yang ikut memecahkan rekor muri untuk kategori kerjasama di udara hanya 30 orang dan itu semua warga Negara Indonesia, tidak boleh orang asing, memang syaratnya begitu,” jelas Novian.
Tujuannya diadakan JIAS menurut Novian, mendorong Gunungkidul yang banyak memiliki destinasi wisata bisa lebih di kenal di dunia Internasional. Terpantau acara memang dapat mengundang masa sehingga Gunungkidul kian ramai.
Lokasi 5 tempat yang bebeda, setelah Gunungkidul, Sleman, Kulonprogo, Bantul dan Kota Yogyakarta itu sendiri. Selain itu acara JIAS ini akan dibuat program tahunan disemua wilayah DIY, pelaksanaan ini sudah yang ke 13 kalinya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Saryanto, ST menyambut baik dengan adanya acara yang dicanangkan oleh Dinas Pariwisata Propinsi ini.
“ini sangat bagus apalagi nanti akan dibuat program tahunan yang rencananya sebagai salah satu faktor pendukung sektor pariwisata dan budaya,” ucap Saryanto. tim red

Video Terkait
- 35 Ribu Wisatawan Kunjungi Musium Tani Jawa Candran 'Tahun 2017 Di Gelontor Dana 2,5 Milyar
- Ahok Kalah Dalam Pilkada Jakarta Maka Ini Sisi Positif And Negatif Ahok Dari Kaca Mata Pengusaha Tionghoa
- Sultan jamu makan malam peserta jde gunakan bahasa jawa ngoko and bahasa inggris
- Mina Padi Hasilnya Ganda Titik Suharto Dorong Petani Mina Padi Lebih Giat
- Gawat Nich Penyakit Kencing Tikus Di Gunungkidul Kembali Telan Korban
- Panorama Wisata Watu Goyang' Destinasi Napak Tilas Sultan Agung Saat Mencari Calon Makam Suci
- Gawat 500.000 Hektar Lebih Kawasan Pertambangan Rusak




