Prosesi Sakral Tinggalan Dalem Jumengan Kraton Surakarta 2017 Terasa Magis
Kamis, 27 April 2017 | 08:37 WIBSolo-media pastvnews.com, ritual tertinggi dalam adat tradisi Keraton, adalah Tingalan Dalem Jumenengan, dan dinilai paling sakral, meski ada beberapa tradisi lainnya yang kini masih berjalan di lingkungan di bekas dinasti Mataram, yakni Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat.
Dua bekas dinasti Mataram tersebut, hingga kini masih melakukan upaya melestarikan nguri-uri dan nilai budaya adiluhung.Ritual adat diadakan untuk memperingati hari ulang tahun kenaikan tahta seorang raja.

DOK FOTO PASTVNEWS.COM,PARA ABDI DALEM KRATON SURAKARTA
Upacara tingalan dalem jumenengan, merupakan salah satu ritual yang wajib dilakukan oleh kerajaan- kerajaan yang masih mempuyai darah keturunan Mataram Islam. Peringatan penobatan raja yang masih melakukan ritual semacam ini, diantaranya Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Kadipaten Mangkunegaran di Surakarta dan Kadipaten Pakualaman di Yogyakarta.
Dalam acara tersebut, digelar tarian Sakral, Bedaya Ketawang, salah satu jenis tarian Jawa klasik yang hanya ditampilkan saat menjelang Peringatan Penobatan seorang raja.
Peristiwa yang berlangsung setiap tahun ini mengundang decak kagum, bagi masyarakat umum dan tam undangan yang hadir, namun sayang masyarakat tak bisa menyaksikan peristiwa sacral yang hanya berlangsung, di Keraton Surakarta, setiap tahun.
Peristiwa yag harang sekali dinikmatioleh masyarakat umum tersebut, menjadi peristiwa yang menarik. Betapapun, juga menjunjung tinggi dapa dikatakan sebagai budaya yang mengandung makna tetap diperlukan, sejauh mana semua itu tidak mengurangi arti keimanan terhadap sang Pencipta, Allah SWT.
Menjelang pelaksanaan peringatan penobatan seorang raja menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang cinta budaya, namun sayang hanya beberapa yang dapat menikmati.
Suasana yang kental dan sarat adat dan tradisi Mataram ini, selalu dijunjung tinggi, hal seperti itulah yang mewarnai dan selalu ditunggu masyarakat yang hidup di tengah nilai budaya adiluhung.

DOK FOTO ABDI DALEM KRATON SURAKARTA HADININGRAT
Kesakralan prosesi peringatan Tingalan Dalem Jumenengan makin terasa ketika lewat lorong-lorong tembok bangunan kokoh berusia ratusan tahun.Aroma ratus dan kemenyan yang dibakar abdi dalem menambah suasana terasa magis.
Abdi dalem menjalankan tugas tanpa pamrih “nguri-uri” budaya adiluhung ini, tanpa pamrih, dan dilakukan bukan sembrono, asal-asalan.
Dengan mengenakan pakaian kebesaraan PB XIII menyaksikan tarian sakral penuh khidmat. Berbagai sesaji lengkap mengiringi berlangsungnya prosesi penobatan raja. Sesekali, kicau burung dari pohon sawo kecik yang ditanam disekitar Keraton peringatan prosesi penobatan raja berlangsung khimat dan sakral. (Sabtu,22/4/2017)
Tercatat lebih dari 4000 tamu undangan terdiri dari pejabat pemerintah,abdi dalem dalem yang mendapat kekancingan ataupun kenaikan pangkat, DPR,Pemda,utusan dari kerajaan se Nusantara mauuluar negeri.
Suguhan tari Bedhaya Ketawang yang dibawakan oleh penari putri keraton maupun kerabat keraton berjumlah 9 orang gadis,konon untukmembaakan tarian sakral ini ada persyaratan tertentu, diantaranya penari seorang gadis, dan belum menikah. Tari Bedhaya Ketawang hampir serupa dengan tari Bedhaya Semang ( Kasultanan Yogyakarta), yang penarinya berjumlah 9 orang gadis.
Tari yang mengisahkan, perjalanan hidup manusia, mulai dari lahir, remaja,dewasa hingga kematian ini hanya ditampilkan pada saat Tingalan Dalem Jumenengan dan pernikahan putri keraton.
Namun tarian ini juga dikenal sebagai tarian penuh mistis, pada saat berlangsungnya tarian Kanjeng Ratu Kidul hadir untuk mengiringi penarinya hingga berjumlah sepuluh. Kedua bekas dinasti Mataram ini konon dianggap mempunyai hubungan bathin antara Raja-raja Mataram dengan Kanjeng Ratu Kidul di laut selatan pulau Jawa. Isan/Jujuk.

Video Terkait
- Makna Hari Kartini Di Desa Selang Gunungkidul 'Ajak Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
- Dorong destinasi lebih di kenal Jogja internasional air show tampil di 5 wilayah
- Sultan jamu makan malam peserta jde gunakan bahasa jawa ngoko and bahasa inggris
- Mina Padi Hasilnya Ganda Titik Suharto Dorong Petani Mina Padi Lebih Giat
- Apa Benar Zaman Dulu Sendang Beji Pengkol Gunungkidul Dikramatkan ?
- Olah raga ekstrem di minati kaum muda 'kendarai motot trail dengan lepas tangan




