REVITALISASI KAWASAN MALIOBORO TAHAP KEDUA 2017 DIKEBUT
Rabu, 3 Mei 2017 | 22:00 WIBJogja media pastvnews.com, revitalitas jantung kota Jogjas yakni kawasan Malioboro tahap kedua yang pembangunan diperkirakan akan selesai hingga akhir November 2017,Pemda DIY telah menganggarkan dana sebesar Rp. 17 miliar. Pembangunan tahap kedua ini meliputi pemasangan traso.
Beberapa titik pemasangan meliputi, depan Pasar Beringharjo, Pasa Sore, Benteng Vredeburg, dan depan Gedung Agung. Pemasangan ini diawali dari depan Pasar Beringharjo, di lokasisudahdisediakan matrialcor ditempat. Untuk mensiasti cuaca yang tidak menentu, sebagaimana diungkapkan, Ery Purnomo selaku Manajer Proyek Penataan Malioboro, yakni dengan pemasangan di tempat dan langsung cor di tempat.
Pemasangan traso dimulai daridepan Pasar Bringharjo setelahterlebihdiakukan pembongkaranbaru kemudian dilakukan pemasangan traso. Lebih dari 400 item traso dengan ukuran 60x60 senti meter telah disiapkan di depan pasar Beringharjo. Berbeda dengan titik lain. “ Pemasangan traso dipasang langsung di tempat,atau dikenal dengan dengan cor langsung di tempat.
Beberapa titik pemasangan cor langsung telah kami siapkan di depanPasar Beringharjo, Pasar Sore keselatan, depan benteng Vredeburg, depan Gedung Agung dan Monumen Serangan Umum 1 Maret .” ujarnya.Hal ini dilakukan guna mengejar agar tidak diguyur hujan.
Yang dikhawatirkan denganturunnya hujan akan mempengruhi kualitas matrial dan mempengaruhi kinerja, kedua dengan pemasangan system cor ditempat, hal ini dilakukan guna menghindari cuaca yang sering kali turun hujan.
Hujan akan berpengaruh terhadap matrial campuran. Pemasangan traso dimulai dari depan pasar Beringharjo, sebagai tahap akhir pemasangan di jalur pendestrian, diikuti dengan street furniture. Pemasangan traso buatan pabrik dengan berukuran 60x60 senti meter.
Hal tersebut disampaikan Ery Purnomo, manajer Proyek Penataan Malioboro tahap kedua, akhir pekan lalu (Jumat,28/4/2017).
Masih menurut Ery, jika terjadi hujan, pemasangan pengecoran traso harus segera diakhiri Karena jika tidak, dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas campuran matrialnya. Sebaliknya jika cuaca memungkinkan waktu pengerjaan dipercepat,karena tidak perlu mobilitas pengangkutan barang, selain hasilnya lebih kuat.
Pengerjaan pemasangan traso kami harusmengejar target agar tidak kehujanan dan karena curah hujan akan berpengaruh terhadap kualitas bahan, kami bekerja bagaimana untuk mensiasati cuaca. “ imbuhnya. Berbeda dengan pamasangan traso pabrik tinggal memasang, sehingga tidak harus berkejaran dengan cuaca hujan. San/Dyan

Video Terkait
- TMMD Kodim 0730 Gunungkidul Tinggalkan Jejak Buat Jalan 800 Meter di Candirejo Semin
- KARNAVAL SELENDANG SUTERA 2017 MERAJUT KEBHINEKAAN
- Prosesi Sakral Tinggalan Dalem Jumengan Kraton Surakarta 2017 Terasa Magis





