Sultan Junaidi: Dewan Etik Nasional Kunci Sinergi Advokat Indonesia
Senin, 3 Agustus 2026 | 20:23 WIB
Jakarta-media pastvnews.vom, warta politik dan hukum, kegiatan perkumpulan advocaten Indonesia yang di gelar pada 3 Agustus 2026 menjadi tonggak sejarah dalam langkah menyatukan organisasi advokad.
Sementara itu Ketua Umum Perkumpulan Advocaten Indonesia (P.A.I) Sultan Junaidi dalam keguatan tersebut mendorong segera dibentuknya Dewan Etik Advokat Nasional sebagai solusi untuk menyatukan langkah organisasi advokat di Indonesia.
Menurutnya, perpecahan dan minimnya standarisasi pembinaan selama ini membuat profesi advokat sulit menampilkan wajah yang tunggal di hadapan masyarakat.
Tentu ini di tempuh agar dunia advokat bisa bersinergi dengan baik selain hanya melalui pembentukan dewan etik dengan kewenangan melakukan pendidikan kode etik nasional, melakukan pembinaan organiasi akan semakin membaik
Dengan dem ikian dewan etik harus diisi oleh seluruh perwakilan organisasi advokat yang saat ini secara de facto ada,” kata Sultan Junaidi di jakarta, Minggu (3/8/2026).
Ia juga menjelaskan, dewan etik yang diusulkan tidak bersifat struktural di atas organisasi, melainkan berfungsi sebagai forum bersama.
Fokus utamanya hanya dua: menyusun kurikulum pendidikan kode etik nasional dan melakukan pembinaan berkelanjutan kepada seluruh advokat, lintas organisasi.
Tidak Mengambil Alih Kewenangan Organisasi Sultan menekankan satu hal penting: dewan etik tidak boleh mencampuri urusan internal organisasi advokat.
“Yang paling penting, pembentukan dewan etik ini tidak menghilangkan tugas dan wewenang organisasi advokat yakni melaksanakan pendidikan advokat, ujian dan pengajuan sumpah advokat,” tegasnya.
Dengan model ini, organisasi advokat tetap berwenang penuh menjalankan pendidikan profesi, menggelar ujian, dan mengajukan calon advokat untuk disumpah di Pengadilan Tinggi sesuai UU Advokat.
Dewan Etik Nasional hanya menjadi “rumah bersama” untuk menjaga marwah dan standar etik profesi.
Sultan juga menilai, jika setiap organisasi membuat standar etik sendiri, maka publik akan bingung dan kepercayaan terhadap advokat bisa turun.
Dengan satu pendidikan kode etik nasional, semua advokat akan memiliki pemahaman dan sikap profesi yang sama.
Ia berharap Mahkamah Agung, Kementerian Hukum, dan seluruh organisasi advokat segera duduk bersama. Keanggotaan dewan etik harus representatif, mewakili semua organisasi yang eksis saat ini agar tidak ada pihak yang merasa dikesampingkan.
Di ungkapkan pula “Kalau kita mau kuat, maka kita harus satu dalam etik. Sisanya, biarkan organisasi tetap berjalan sesuai fungsinya,” Tandas Sultan. Tim red/Padhe

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'


