Breaking:

Kembali Ke Index Video


Diskominfo Bantul Ajak Siswa SMP Cakap Digital Dengan Bijak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:10 WIB
Dibaca: 62
Diskominfo Bantul Ajak Siswa SMP Cakap Digital Dengan Bijak

Bantul- media pastvnews.com, warta pendidikan, Di tengah akselerasi digital yang amat pesat, ruang gerak anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) kini tak lagi terbatas pada dunia nyata, melainkan bergeser pula ke dunia mayarat.

Memasuki fase transisi yang tergolong bukan lagi anak-anak, namun belum sepenuhnya remaja, sebagian besar siswa SMP yang telah memiliki smartphone sendiri nyatanya menghadapi tantangan besar dalam mengelola interaksi digital.

Hal inilah yang mendorong penyelenggaraan Siswa Cakap Digital oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bantul kepada murid-murid SMP di Bantul.

Penyelenggaraan Siswa Cakap Digital tahun ini diselenggarakan di sepuluh sekolah yang ada di Bantul. Sebagai pembuka, kegiatan ini dimulai di SMP N 2 Kasihan pada Selasa (11/8/2028). Dikemas dalam bentuk lokakarya, narasumber yang hadir memberikan paparan untuk kemudian didiskusikan bersama para siswa.

Narasumber pertama, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bantul, Jumakir, menyebut ruang digital terutama media sosial (medsos) harus dimanfaatkan untuk berjejaring secara positif. Jangan sampai membuang waktu hanya untuk scrolling tanpa tujuan. Para siswa juga diajak untuk menerapkan prinsip saring sebelum sharing dan menghindari perundungan siber di dunia digital.

Sementara itu, Muhammad Asruri Faishal Alam yang menjabat sebagai Ketua Ruang Kolaborasi Pemuda sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Adarma Nusantara, menyampaikan bahwa kehidupan digital membawa manfaat akses informasi instan. Namun, ada sisi gelap berupa kebisingan digital yang mengancam ketenangan mental.

Beberapa kebisingan yang dimaksud adalah jebakan membandingkan diri secara terus-menerus dengan standar fiktif di media sosial, fenomena fear of missing out (FOMO) yang memberi tekanan untuk selalu tampil relevan atau takut tertinggal tren, hingga overload informasi di mana otak dipaksa memproses ribuan data tak tersaring setiap hari yang memicu kelelahan kognitif.

Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), lebih dari 80% pengguna aplikasi swa-periksa yang didominasi usia muda, melaporkan gejala masalah psikologis.

Durasi penggunaan layar yang tinggi, berkorelasi langsung dengan peningkatan tingkat kecemasan, stres, dan perasaan kesepian. Terlalu lama bersentuhan dengan layar juga menyebabkan overthinking, mental fatigue, serta gangguan tidur.

Untuk itu, dengan kegiatan Siswa Cakap Digital ini, diharapkan siswa dapat memanfaatkan ruang digital secara bijak. Dengan sikap cerdas dan bertanggung jawab, internet dapat menjadi sarana belajar dan berkembang ke arah positif. (Sup)

 

 

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi