Penambangan Pasir Dengan Cara Disedot Dikeluhkan Warga Banaran
Selasa, 3 Desember 2019 | 23:13 WIBKulonprogo-pastvnews.com, warta lintas kasus Maraknya penambangan pasir yang di duga ilegal di sepanjang sungai Progo dikeluhkan banyak warga Banaran Galur Kulon Progo mereka mengeluhkan maraknya mesin beroprasi di sungai. Apalagi penambangan ini dilakukan dengan cara disedot.
Penambangan pasir dengan cara sedot ini sudah lama berjalan dan penambang ini tidak mengantongi ijin penambangan" ujar salah seorang warga Banaran yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Ditambahkannya penambangan pasir dengan cara ini (sedot memakai diesel), dapat merusak lingkungan. Sehingga merusak ekosistem dan merugikan masyarakat.
Disebutkannya mesin sedot ilegal yang ada di sekitar Banaran ada belasan. Meski sudah lama beroperasi namun tidak ada timdakan dari aparat berwenang.
Ketika awak media pastvnews.com, terjun ke lokasi, sejumlah mesin memang tengah menyedot atau mengambil pasir. Pasir dari sungai Progo tersebut langsung diarahkan truk.
Sementara itu dikonfirmasi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Kulon Progo, Agung Kurniawan mengatakan ijin pertambangan pernah dikeluarkan. Di mana masa berlaku sekitar tiga tahun. Namun juga tergantung luas area penambangan.
Dan beberapa waktu yang lalu pernah diadakan razia penambang pasir ilegal. Mesin sedot dan truk di sita. Namun di antara penambang dan masyarakat ada pro kontra" tandasnya.
Lebih jauh Agung menyarankan untuk mengetahui secara pasti keberadaan para penambang, sebaiknya konfirmasi ke Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu propinsi. Selain itu kros cek PU-ESDM dan iBWSO. (Tim red)

Video Terkait
- Partoyo Kades Ngandong Gantiwarno Klaten Jateng Bicara Soal Bertanian Kemajuan Desa
- Jetis Bantul Koordinasi dengan berbgai jajaran mewaspadai Bencana di Musim Penghujan
- Mengangkut Sampah Di Muntilan Kesiangan Dan Telat ‘Warga Keluhkan Bau Sampah
- Warga Kaget Dipungut Parkir Rp 2.000 dari Pasar Muntilan
- Desember 2019 Para Caltran Asal Bantul Dilepas Menuju Kalimantan Utara
- Diklat Jurnalistik Memperbanyak Literasi Dan Mendongkrak Imanjinasi
- Bupati Magelang Zaenal Arifin Kunjungi Korban Puting Beliung Di Windusari
- Kadis Perikanan dan Kelautan Jateng bersama Sekda Magelang melepas maskot ikan lele
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




