Kembali Ke Index Video


Wasdiyanto Kades Nglegi: Tukar Guling Batal’ Kerja Nyaman Pikiran Plong ‘Pemdes Siap Bayar Pemilik Tanah Balai Desa

Sabtu, 7 Maret 2020 | 15:52 WIB
Dibaca: 669
WASDIYANTO KADES NGLEGI PATUK GUNUNGKIDUL

Gunungkidul-pastvnews.com, Bangunan dan kantor balai desa Nglegi Patuk hingga di unggahnya warta ini tanahnya masih berstatus milik perorangan sehingga lurah dulu saat ada upaya untuk tukar guling dengan tanah kas Desa atau tanah aset Desa bisa berjalan dengan baik namun dalam perjalanan ada jalan terjal.

Kades Nglegi Patuk Gunungkidul Wasdiyanto saat  dimintai penjelasan terkait kantornya yang belum  pindah tangan ke Pemdes, Wasdiyanto mengatakan awalnya sejak kades lama atau lurah ke 3 dulu akan ada tukar guling terkait  tanah kas desa dengan tanah milik warga, namun saat tanah yang dari desa mau di sertifikat ada kesulitan dalam mengurus untuk balik nama.

Kades mengurai, kronologisnya mau tukar gulaing sulit karena saksi saksi dan berita acara sangat sulit  dicari lacak terkait surat menyurat selain juga sudah pada meninggal.

Maka lantas Parno  Suwito pemilik yang berada dibelakang balai desa itu, malah minta tanah yang sudah berdiri kantor balai desa nglegi minta untuk di beli saja, dan kami siap ‘kata Kades pensiunan PNS tersebut.

Untuk membayar Pemdes sudah siap kisaran Rp. 400 juta dan ini kami menyiapkan regulasi, tinggal nunggu  Musdes, Perdes dan aturan yang  lain, dan akan memayungi pembelian tanah untuk balai desa tersebut , selain juga menunggu arahan dari Pemkab Gunungkidul, ‘Kata Wasdi yang juga hobi mancing ikan tersebut.

Harapan kami, segala proses bisa lebih cepat sehingga  pamong desa dalam bekerja di balai desa lebih nyaman dan plong,  tak punya beban setelah pemilik tanah terbayar,

Tentu sudah siap dan pemilik juga sudah sepakat negoisasi sudah final pemdes juga sepakat.'kata pak kades

Sementara itu mantan kades Nglegi Aripin ketika di konfirmasi awak media Dirinya mengatakan, saya gembira kades pengganti saya merampungkan PR besar tersebut, nah terkait  program tersebut memang sudah sejak kades lama dulu dan termasuk saat saya menjadi kades.  

Bedanya saat kades Aripin rencana dulu biaya dari Dana desa. Tapi sekarang pembiyaan dari hasil  pembayaran dari pemda DIY, berupa aset desa yang di pakai untuk jalan baru. ‘Pungkasnya.




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi