Hadapi Ancaman Karhutla, Polres Bantul Siagakan 120 Personel
Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:25 WIB
Bantul- media pastvnews.com, warta daerah, Polres Bantul menyiagakan 120 personel sebagai bagian dari Satgas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Bantul. Kesiapan tersebut ditandai dengan apel kesiapan menghadapi Karhutla yang digelar di halaman Mapolres Bantul, Selasa (11/8/2026).
Apel dipimpin Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto dan diikuti personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Basarnas, BPBD, PMI, serta para relawan. Kegiatan tersebut menjadi langkah antisipasi menghadapi potensi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Dalam amanatnya, Bayu mengatakan kondisi iklim terkini perlu menjadi perhatian seluruh pihak. Berdasarkan informasi resmi BMKG yang disampaikan dalam apel, fenomena El Nino telah aktif dan diprediksi berpotensi mencapai level sangat kuat.
"Kondisi ini memicu musim kemarau yang jauh lebih kering, bersuhu udara tinggi, dan berdurasi lebih panjang di sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Bantul," kata Bayu.
Dikatakan, pengalaman penanganan Karhutla pada 2025 menjadi pelajaran penting. Sebab, sepanjang musim kemarau tahun lalu terjadi peningkatan kasus kebakaran hutan dan lahan di wilayah DIY.
"Peristiwa kebakaran lahan dan vegetasi perbukitan membuktikan betapa cepatnya api merambat saat dikombinasikan dengan cuaca kering dan angin kencang," ujarnya.
Ia menyebutkan sebagian besar kejadian Karhutla pada 2025 dipicu faktor kelalaian manusia atau human error. Kondisi tersebut antara lain berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan, pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara dibakar, serta puntung rokok yang dibuang di area semak kering.
"Lebih dari 85 persen kejadian Karhutla sepanjang tahun 2025 dipicu oleh faktor kelalaian atau human error," jelasnya.
Menurut Bayu, dampak Karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan vegetasi. Asap kebakaran juga dapat memicu gangguan pernapasan, mengancam permukiman warga yang berbatasan dengan kawasan perbukitan atau hutan, hingga menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat, khususnya petani.
"Karhutla juga membahayakan keselamatan para petugas dan relawan saat melakukan pemadaman di medan yang terjal," imbuhnya.
Polres Bantul Siagakan 120 Personel Bayu mengatakan pemerintah telah menetapkan kebijakan penanganan Karhutla yang menitikberatkan pada pencegahan, deteksi dini, dan penanganan cepat secara terpadu. Kebijakan tersebut kemudian diperkuat melalui arahan Kapolda DIY.
"Polres Bantul menyiagakan 120 personel sebagai bagian dari Satgas Penanganan Karhutla," ungkap Bayu.
Karena itu, dia meminta seluruh unsur yang terlibat memperkuat sinergi lintas sektor. Menurutnya, penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kerja sama solid antara TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Satpol PP, Damkar, relawan, dan seluruh komponen Forkopimda.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat juga akan diperkuat. Hal tersebut dinilai penting karena faktor kelalaian manusia menjadi salah satu penyebab dominan kebakaran pada tahun sebelumnya.
"Kita akan gencarkan sosialisasi hingga tingkat padukuhan agar masyarakat tidak membakar sampah sembarangan atau membersihkan lahan dengan cara dibakar," katanya.
Patroli dan Sarana Pemadam Disiagakan Selanjutnya, Bayu meminta jajarannya bersama instansi terkait mengoptimalkan patroli terpadu dan deteksi dini. Peran Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta perangkat desa akan diperkuat untuk memetakan titik-titik yang rawan terjadi kebakaran.
Optimalkan peran Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan perangkat desa untuk memetakan titik-titik rawan api atau hotspot, khususnya di kawasan daerah dataran tinggi dan area lahan kering lainnya," ujarnya.
Selain personel, kesiapan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian. Seluruh peralatan SAR, peralatan pemadam, kendaraan tangki air, hingga pompa air portabel diminta dalam kondisi siap digunakan.
"Pastikan seluruh peralatan SAR, pemadam, kendaraan tangki air, dan pompa air portabel berada dalam kondisi siap pakai atau ready to use," tegas Bayu.
Sementara itu, terhadap pihak yang terbukti sengaja maupun karena kelalaian berat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan, Bayu menegaskan akan dilakukan penegakan hukum secara profesional dan terukur.
"Lakukan tindakan hukum yang tegas dan profesional terhadap pihak-pihak yang sengaja atau karena kelalaian beratnya menimbulkan kebakaran hutan dan lahan," tegasnya.
Meski demikian, Bayu mengingatkan agar keselamatan personel tetap menjadi prioritas dalam setiap operasi penanggulangan dan pemadaman Karhutla.
Seluruh petugas diminta mematuhi standar operasional prosedur dan mengedepankan prinsip kehati-hatian saat bertugas di lapangan.
"Perhatikan SOP kehati-hatian dalam setiap operasi penanggulangan dan pemadaman di lapangan," pungkasnya. Sup

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'


