Orang Tua Menjadi Pilar Utama Dalam Membentuk Karakter Anak
Minggu, 8 Oktober 2017 | 06:47 WIBWarta pendidikan media online ptvnew.com, Tumbuh kembang karakter anak bukan semata-mata bukan hanya menjadi tanggung jawab satuan pendidikan atau sekolah. Akan tetapi lingkungan keluarga bahkan masyarakat memiliki peran penting dan penumbuhan karakter dan budaya prestasi anak.
Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga, Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr Sukiman M.Pd mengungkapkan keterlibatan orang tua di sekolah memberikan kontribusi yang positif dalam prestasi akademis.
Di samping itu, keterlibatan orang tua yang aktif dapat memberikan efek positif pada berbagai aspek pendidikan, termasuk meningkatkan perilaku yang baik pada anak, kemudahan adaptasi sosial serta mengurangi masalah kedisiplinan di sekolah.
Pria kelahiran Purworejo ini menambahkan dampak keterlibatan keluarga di sekolah juga akan meningkatkan semangat kerja guru serta mendukungiklim sekolah yang lebih baik dan mendukung kemajuan sekolah secara keseluruhan.
“Kolaborasi efektif orang tua dan sekolah berpengaruh terhadap perubahan perilaku siswa dan prestasi yang lebih baik di sekolah” papar Sukiman dalam seminar Pendidikan Keluarga Bagi Masyarakat yang diselenggarakan Kemendikbud bekerjasama dengan Resourceful Parenting Indonesia (RPI), di Cavinton Hotel Yogyakarta.
Adapun tujuan pelibatan keluarga ini, sambungnya, guna mewujudkan kerjasama dan keselarasan program pendidikan di sekolah, keluarga dan masyarakat sebagai tri sentra pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan karakter dan budaya berprestasi peserta didik.
Sementara itu Ketua Umum Ikatan Praktisi dan ahli Parenting Indonesia (iParent), Dr Sudibyo Alimoeso mengatakan anak-anak yang terlahir di tahun 2000an merupakan generasi yang tumbuh dan besar di era digital.
Di mana perkembangan teknologi ini bagai dua sisi mata pedang, ada yang baik dan yang berdampak negatif. Jika orang tua atau keluarga tidak bisa bijak atau bahkan melakukan pembiaran kepada anak-anaknya dalam mengunakan teknologi maka dipastikan anak tersebut akan mendapatkan hal-hal yang negatif.
“Orang tua atau keluarga harus bijak, orang tua jangan memberikan pengasuhan pembiaran karena pengasuhan pembiaran adalah pengasuhan yang paling jelek. Jangan biarkan anak-anak bermain gagdet semunya sendiri. Orang tua harus selalu mengarahkan anak untuk menggunakan gagdet kepada hal-hal yang baik” harap pria yang akrab disapa pak Dibyo ini.
Sudibyo menambahkan tuJuan pendidikan anak sejatinya adalah mengembangkan kemampuan otak anak sehingga anak dapat memaksimalkan potensinya. Dimana keluarga memiliki peran dalam penumbuhan karakter dan budaya prestasi anak, karena keluarga merupakan pilar pertama dalam menentukan karakter seorang anak, apakah berkarakter baik atau sebaliknya,
Dan menururtnya orang tua perlu dipersiapakan dengan baik agar keluarga menjadi institusi pembangunan yang handal terutama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Karena keluarga menjadi filter pertama dan utama dalam membentengi pengaruh negatif dari teknologi informasi yang berkembang saat ini. ‘anjar

Video Terkait
- Inilah Nama Baru Ruas Jalan Yang Di Resmikan Gubernur DIY
- HUT Kota Yogya ke 261 Dimeriahkan Minum Kopi Bareng
- Peran gatekeeper upaya promotif preventif pengelolaan penyakit kronis dalam BPJS
- Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 'Tingkatkan Kewaspadaan Nasional
- Barang Larungan Puro Pakualaman di Pantai Glagah 2017 ' Jadi Rebutan
- KONI Kabupaten Sleman Adakan Musorkab 2017' Tingkatkan Prestasi
- KONI DIY Merajut Kebersamaan Musrenbang Keolahragaan
- Pengadilan Negeri Sleman Eksekusi Rumah Yang Bermasalah





