Kembali Ke Index Video


Peran gatekeeper upaya promotif preventif pengelolaan penyakit kronis dalam BPJS

Selasa, 3 Oktober 2017 | 06:48 WIB
Dibaca: 451
Peran gatekeeper upaya promotif preventif pengelolaan penyakit kronis dalam BPJS
PERTUAN MEMBAHAS BPJS DAN PERAN-PERANNYA DALAM BIDANG KESEHATAN

Media pastvnews.com, Sebagai event tahunan BPJS Kesehatan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan  bagi masyarakat. Melalui Pertemuan Nasional Pelayanan Primer diharapkan akan terbentuk kemitraan strategis antara BPJS Kesehatan dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi peserta Jaminan Kesehatan Kesehatan  Nasional (JKN) dan membangun FKTP yang berkualitas.

Hal tersebut  diungkapkan,  Direktur  Jaminan  Pelayanan  Kesehatan  BPJS Maya Amiarny Rusady, disela-sela  perteman Nasional.  Menurutnya, FKTP berperan sebagai gatekeeper yang merupakan tempat kontak pertama pada pelayanan kesehatan dasar dan penapis rujukan sesuai dengan standar pelayanan medis.

Peran sebagai gatekeeper erat kaitannya dengan upaya-upaya promotif preventif dan pengelolaan penyakit kronis. Diakuinya,  masih  adanya keterbatasan sarana prasarana dan jumlah tenaga kesehatan masih ditemui pada sebagian FKTP. Selain itu, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan perlu menjadi perhatian.

Kendala-kendala tersebut dapat berdampak pada pemenuhan standar pelayanan sehingga mempengaruhi kualitas pelayanan primer yang diterima oleh peserta JKN. BPJS Kesehatan senantiasa mendorong FKTP dan pemangku kepentingan terkait dalam meningkatakan jumlah sarana prasarana, jumlah tenaga kesehatan, serta meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan.

Pertemuan  Nasional Pelayanan  Primer Tahun 2017,dengan tema:  “Mewujudkan  Pelayanan Primer Yang Bermutu Melalui PemenuhanStandar Kriteria FKTP” dihadiri Wakil Menteri  Keuangan  RI.Prof Dr Mardiasmo MBA,Akt yang berlangsung di Hotel Rich, Yogyakarta (26/9).

Dalam sambutannya menyatakan , dengan diadakan  pertemuan menyambut baik, dan pertemuan ini sangat  dirasa penting untuk  mengurangi  defisit dengan mengoptimalkan peran pemerintah daerah sampai ke  FKTP.

Sehingga ke depannya akan  diterapkan sistem  rujukan berjenjang.  “ Orang sakit  tidak bisa  langsung ke rumah sakit, tapi harus melalui  FKTP - Puskesmas,klinik atau dokter praktek perorangan.” ungkap  Mardiasmo.

Sementara Maya menyatakan,untuk meningkatkan mutu pelayanan primer di FKTP, saat ini sudah diterapkan pembayaran Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan.Penerapan, menurutnya sebagai indikator kinerja yang berdampak pada komitmen pelayanan kinerja.

Sedangkan KBK merupakan bagian dari sistem pengembangan kendali mutu, efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pelayanan kesehatan.“Pembayaran Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan (KBK) ini merupakan metode pembayaran yang sudah diterapkan di banyak negara yang menggunakan social insurance.

Sistem pembayaran ini terbukti dapat meningkatkan performa dari FKTP dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta jaminan kesehatan,” ujar Maya.

Diakuinya,  untuk mencapai peningkatan diperlukan komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan, kompetensi tenaga kesehatan. Kendala-kendala tersebut dapat berdampak pada pemenuhan standar pelayanan, kualitas pelayanan primer yang diterima peserta JKN.

BPJS Kesehatan senantiasa mendorong FKTP dan pemangku kepentingan terkait dalam meningkatakan jumlah sarana prasarana, jumlah tenaga kesehatan, serta meningkatkakan kompetensi tenaga kesehatan.

Dukungan Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB) dalam penyelenggaran kendali mutu, biaya pada pelayanan primer juga sangat dibutuhkan.Tim yang terdiri dari berbagai  profesi, akademisi, pakar klinis, TKMKB dapat mengevaluasi pelayanan primer, memberikan rekomendasi perbaikan kualitas pelayanan primer kepada pemangku kepentingan.

Hingga Agustus 2017 terdapat 21.054 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan berkomitmen dalam memberikan pelayanan primer bermutu kepada 180.772.917 peserta JKN. FKTP tersebut terdiri dari Puskesmas, Klinik Pratama, Dokter Praktik Perorangan, RS D Pratama, dan Praktik Gigi Perorangan. ‘anjar/isan




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi