Bisnis Cuci Karpet Tabungan Akherat
Rabu, 15 November 2017 | 06:09 WIBMedia online pastvnews.com, warta lintas sosial, manusia tidak mampu menentukan kodratnya. Begitu pun dengan seorang “ Iswansyah Adiputra” (42) tahun lalu. Putra berdarah Sulawesi ini Ia mengaku sudah cukup lama malang melintang di dunia hitam ia jalani menjadi makanan setiap hari
Predikat masyarakat terkadang sudah terlanjur bahkan jika ada yang kurang pas, mengecap sebagai “anak nakal” keadaan ini memang menyakitkan. Putra pertama pasangan Ir. Syahrir Yusuf dan ibu Suriyana ini juga tidak menginginkan terlahir sebagai anak bengal, oleh sebab itu keluarga mendorong agar hidup lebih baik dan bersyukur, alhamduliilah bisa berubah menjadi lebih baik dan berguna

bersama keluarga
Kendati begitu, putra 8 bersaudara ini tak lantas terjebak dalam dilema yang tiada berkesudahan. Berbagai pengalaman di dunia hitam ia pernah jalani, dengan kesadaran yang begitu kuat dunia kelam ia tinggalkan, kini ia menekuni profesi sebagai laundries.
Rupanya dunia inilah yang merobah sikap, pribadi dan jiwa sebagai entrepreneura. Iswansyah mengaku keberhasilan mengelola jasa Laundry yang sudah lama ia jalani, bukan tanpa perjuangan panjang, suka duka, sebagai “tukang cuci” orang sering memandang sebelah mata.
Awal usaha bergerak di bidang laundry pertama kali berkenalan dengan Jelajah Laundry Indonesia (JELI), kini ia membuka usaha Laundry di Bogor.
“ Dulu saya berkenalan dengan Mas Andi Ketua JELI dan tertarik untuk mengawali usaha Laundry di kota Bogor sampai sekarang,Mas Andi Rahmat Santoso lah yang banyak memotivasi saya untuk maju dan bangkit,pantang menyerah. ” ungkapnya mengenang.
Dalam waktu relatif singkat usaha yang akhirnya menjadi tumpuan harapan tersebut tetap ia pertahankan. Meski diakui banyak suka dan duka ketika menekuni dunia cuci mencuci.Di samping itu, ia juga banyak belajar mengaji dan mendalami agama agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik.
Laundry yang ia dalami adalah mencucui karpet. Satu hal yang unik ketika menjalani profesi laundry kemanapun ia tidak lupa membawa vaccum cleaner ketika dalam perjalanan,kemanapun ia menenteng peralatan di punggung.
Dengan secara ikhlas perlengkapan vaccum cleaner yang selalu dibawa, Iswansyah membersihkan karpet dari masjid -masjid yang ia singgahi. Karpet masjid yang sudah kelihatan berbau apek, dan mengurang kekhusyukan sholat. Iswansyah tidak segan-segan membersihkan karpet dengan biaya gratis.”Saya tidak memungat biaya untuk cuci karpet,alias gratis.” tuturnya. Barangkali itulah satu-satunya bisnis unik cuci karpet gratis dari masjid ke masjid. isan

Video Terkait
- HUT BRIMOB ke- 72 Pupuk Soliditas Jangan Nodai Perjuangaan
- Keluarga Bregada Se DIY Adakan Ziarah Ke TMP
- Inilah Kejuarnas Off road Adventure Challenge Team Individual Seri Winch 3 dan Non Winch Seri 4 Kebumen Jateng
- Jiwa Profetik dan Patriotik Harus Diteguhkan Di Kalangan Generasi Muda
- Pasar Malam Perayaan Sekaten Jadikan Tontonan Dan Tuntunan
- PPTKSI DIY Dampingi TKI 'Dengan Zero Cost Dari Negara Untuk TKI Yang Prosedural




