Kembali Ke Index Video


Diduga Akibat Pembakaran Limbah Kabel Sebabkan Puluhan Warga Jatuh Sakit

Senin, 16 Januari 2017 | 06:35 WIB
Dibaca: 2792
Diduga Akibat Pembakaran Limbah Kabel Sebabkan Puluhan Warga Jatuh Sakit
WARGA BERJATUHAN SAKIT DUGAAN AKIBAT MENGHIRUP LIMBAH PEMBAKARAN KABEL

Kalasan,  Pastvnews. com - Adanya aktifitas pembakaran kabel yang di lakukan oleh oknum pengusaha di wilayah Padukuhan Kebon 01/01, Desa Taman Martani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman sangat dikeluhkan warga masyarakat sekitar. Namun anehnya meskipun aktifitas usaha itu telah berjalan tahunan, warga tidak berani buka suara untuk menolak apalagi melapor kepada pihak yang berwajib. 

Investigasi  di lapangan, sungguh sangat miris melihat kondisi warga masyarakat Padukuhan Kebon Desa Taman Martani Kecamatan Kalasan. Sebagaimana yang terjadi di wilayah RT 02/RW 01, dari jumlah warga sebanyak 28 KK (Kepala Keluarga) hampir semua  warga wilayah tersebut terserang penyakit demam tinggi, tubuh mengurus dan batuk.

Rata-rata dalam setiap KK yang sakit minimal 2 warga bahkan ada yang 5 warga miris hanya dalam hitungan 1 minggu 2 warga ada yang sampai meninggal dunia. Hal tersebut tentunya menjadi sebuah peristiwa mencekam bagi warga, karena sampai saat ini warga yang jatuh sakit diperkirakan masih terus bertambah, bahkan bisa ratusan jumlahnya.

Banyak warga yang menuding munculnya wabah penyakit hingga ada yang berujung pada kematian warga, di duga karena di sebabkan polusi udara kotor diwilayah mereka, akibat pembakaran limbah kabel yang dilakukan oleh oknum pengusaha di wilayah setempat. 

Wd (45), salah satu warga Desa Taman Martani menjelaskan, aktifitas pembakaran limbah kabel sudah berjalan tahunan, semula berada di wilayah tetangga dusun namun karena di demo oleh warga setempat sekarang aktifitas pembakaran limbah kabel pindah di Padukuhan Kebon Desa Taman Martani Kecamatan Kalasan. 

"Semula tidak di wilayah kami namun karena keberadaan aktifitas pembakaran kabel di padukuhan tetangga di usir oleh warga setempat sekarang pindah ketempat kami dan sampai sekarang sudah 1 tahun kegiatan itu berjalan.

Aktifitasnya berlangsung di malam hari di mulai pukul 21.00 hingga pukul 23 atau pukul 24.00 tidak tentu. Namun pada awal-awal dulu bisa sampai jelang pagi.

Kami sebagai warga masyarakat sebenarnya merasa sangat keberatan adanya aktifitas pengusaha membakar kabel pimbah di Padukuhan Kebon, karena dampak untuk kesehatan jelas tidak baik buat kami seluruh warga masyarakat Padukuhan Kebon, " papar Wd dengan tegas. 

Lebih lanjut Wd menyampaikan,  meskipun banyak warga yang mengeluh bahkan sampai kondisi saat ini banyak yang jatuh sakit , namun warga memilih tutup mulut diam seribu bahasa, bukan tanpa alasan mengapa warga diam tutup suara tutup mata karena warga tahu dibelakang aktifitas itu ada sosok dukuh serta para keamanan yang di pekerjakan pengusaha pembakar limbah kabel yang mereka takuti. 

 

"Apa daya kami tidak bisa berbuat banyak karena kami tahu siapa di belakang usaha pembakaran limbah kabel ada Pak Dukuh dan para keamanan yang dipekerjakan oleh pengusaha bila tidak salah namanya Sugeng penanggung jawab usaha itu," ungkap Wd. 

Sementara itu Lm (48), salah satu tokoh warga setempat juga menuturkan hal yang sama dengan Wd. Meskipun banyak warga yang merasa keberatan adanya aktifitas pembakaran limbah kabel di wilayah mereka namun tidak ada yang berani lapor pada pihak berwajib.

Lm juga menuturkan bahwa kiriman limbah kabel tersebut di datangkan dari Jakarta dengan angkutan armada truk dan pengiriman dari Jakarta ke Padukuhan Kebon Desa Taman Martani Kecamatan Kalasan biasanya selalu di kawal oknum keamanan Polisi. 

"Bila barang datang dari Jakarta masuk ke wilayah kami selalu dikawal oleh oknum berseragam Polisi. Biasanya bila truk sudah memasuki wilayah padukuhan Polisinya langsung balik arah meninggalkan lokasi, " papar Lm. 

Akibat dari pembakaran limbah kabel yang dirasakan warga Padukuhan Kebon adalah pekatnya asap yang ada sampai menutup jarak pandang mata sejauh 5 meter, bau yang menyengat pernafasan dan berakibat akan buruk bagi yang menghirup serta membuat pusing kepala setiap orang yang berada diwilayah itu. ‘wjk




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi