Kembali Ke Index Video


Dugaan Menghirup Limbah Pembakaran Kabel Sejumlah Warga Desa Taman Martani Sleman Ambruk Sakit

Senin, 16 Januari 2017 | 07:35 WIB
Dibaca: 2234
Dugaan Menghirup Limbah Pembakaran Kabel  Sejumlah Warga Desa Taman Martani Sleman Ambruk Sakit
WARGA JATUH SAKIT AKIBAT DUGAAN KENA LIMBAH OBONGAN KABEL

Media pastvnews.com, lintas kasus dugaan akibat pembakaran limbah kabel yang di lakukan oleh salah satu perusahaan di kalasan Sleman berakibat menimbulkan korban hingga ada yang sakit, salah satu warga yang memberikan informasi kepada awak media pastvnews.com, LM, mengatakan "Bila aktifitas pembakaran kabel di mulai maka jarak pandang hanya 5 meter dan ini membahayakan.

bahkan baunya sangat menusuk hidung berakibat dan terasa di dada sesak nah dampaknya membuat pusing kepala seseorang, " jelas Lm yang  saat ini kondisinya juga sakit menghirup cemaran limbah asap kabel.

Ketika diklarifikasi adanya keluhan warga Padukuhan Kebon Desa Taman Martani Kecamatan Kalasan kepada dukuh setempat Nur Cahyo, melalui sambungan hand phone, secara tegas Nur Cahyo membantah adanya pembakaran limbah kabel di wilayahnya hanya berjalan itupun di jawab tidak mesti dan hanay setengah tahun sekali. Bahkan Nur Cahyo juga tidak tahu apabila warga di padukuhannya banyak yang terserang sakit demam, panas dan batuk. 

WARGA BERJATUHAN DUGAAN MENGHIRUP LIMBAH BAKARAN KABEL

Nur Cahyo menuding banyaknya warga sakit di mungkinkan karena beberapa waktu lalu ada warga dari Jakarta yang membawa jenasah saudaranya untuk di makamkan di Padukuhan Kebon,  karena jenasah dari Jakarta belum di urus dan dimandikan maka di laksanakan di padukuhannya. 

Sakit apa ya,  wo itu hanya sakit biasa,  saya belum tahu ndadak nanyai pak RT nya. Biasa sakit batuk panas bawa dokter terus pulang. Itu anu lho, ada orang Jakarta yang membawa jenasah saudaranya untuk di makamkan di dusun kami,  karena belum di mandikan dan bau, " jawab Nur Cahyo.

Ketika mencoba menanyakan tentang aktifitas pembakaran limbah kabel dan penanggung jawabnya di wilayah Padukuhan Kebon, Nur Cahyo dengan tergesa-gesa dan terkesan gugup tidak bisa memberikan informasi jelas serta buru-buru menutup sambungan telepon dengan alasan masih bertamu di tempat orang. 

"Engak itu sudah lama sekali itupun tidak mesti karena 3 bulan sekali 6 bulan sekali, ya penanggung jawabnya yang membakar itu,  orang Jakarta. Sebentar ya saya masih bertamu, " kilah Nur Cahyo buru-buru menutup sambungan telepon. 

Apa yang terjadi di wilayah Padukuhan Kebon Desa Taman Martani Kecamatan Kalasan merupakan kejadian yang memprihatinkan karena berakibat jatuh korban akibat dugaan kuat adanya pembakaran limbah kabel.

Banyaknya warga yang tiba-tiba jatuh sakit akibat dugaan aktifitas perusahaan hingga menimbulkan korban maka akan mengganggu lingkungan,Adanya ketakutan warga dalam penolakan aktifitas pembakaran limbah kabel juga menjadi misteri adakah oknum keamanan yang jadi beking kegiatan itu ?

Dari manakah linbah kabel tersebut di dapat apakah itu barang ilegal atau bukan semua masih menjadi teka-teki yang belum dapat terpecahkan. Semoga pihak yang terkait nantinya segera dapat menguak segala misteri ini.

sehingga dampak polusi pembakaran limbah kabel tidak menjadi ancaman keselamatan warga sekitar dan jatuhnya korban yang apabila di lakukan pembiaraan tak mustahil akan berujung pada kematian. Wjk




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi