Kembali Ke Index Video


BANTUL GALAKKAN PSN BESAR BESARAN

Rabu, 19 Februari 2020 | 07:17 WIB
Dibaca: 814
BANTUL GALAKKAN PSN BESAR BESARAN
Kapala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi

Bantul - Media online Pastvnews.com - Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)  secara besar besaran hingga ke setiap rumah dilakukan oleh masyarakat bersama dengan pemerintah kabupaten ini.

Launching kesiap siagaan ini sudah dilkakukan pada Jumat (14/2) oleh Bupati Drs H. Suharsono bersama Dinas Kesehatan dan instansi lain di Trirenggo.

Namun aksi nyata tindak lanjutnya akan dilakukan secera rutin oleh masyarakat, relawan dan dukuh setiap pada seminggu sekali hingga ke rumah rumah  penduduk.

Pemerintah juga melakukan pemantauan dan evaluasi  setiap bulan sekali", kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi, di Bantul, Selasa (18/2).

Menurut Agus, tujuan daripada diadakannya aksi ini adalah paling tidak mewujudkan tingkat angka bersih (kebas) sarang nyamuk diatas 95 persen. Ini memeng lebih menekankan pada pemberdayaan masyarakat yaitu oleh dan untuk masyarakatnya.

Tempat yang sulit untuk dilakukan psn secara  menimbun, menguras, membakar dan menyuci, bisa ditempuh dengan cara pemberian lakasida (abate) yang memang disediakan secara gratis di seluruh puskesmas yang ada.

Kami mengharapkan agar angka atau jumlah penderita DB tahun 2020 di Bantul mengalami penurunan dibandingkan tahun  2019 yaitu ada sekitar 200 kasus db yang meninggal akibat itu ada 4 orang", katanya.

 Ia menjelaskan, untuk mengupakan itu, maka semua puskesmas siap menanganani dan melayani  para penderita DB. Pelayanannya adalah diantaranya rawat inap atau memberikan rujukan sesuai dengan Standar Operasi Pelayanan (SOP) yang  ada.

Hakekat daripada PSN adalah memutus rantai perkembangbiakkan sarang nyamuk. Maka dilakukan secara rutin dan berkesinambungan. Selain itu memang tidak dilakukan fogging (pengasapan) dengan pestisida. Pengasapan mempunyai efek yang negatif bagi kesehatan dan apabila tidak tepat juga nyamuk justru menjadi kebal. Supardi




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi