JASEM SRI MULYO BANTUL JADI PERCONTOHAN KAMPUNG KB
Jumat, 12 Agustus 2016 | 12:06 WIBGERBANG Madu (Gerakan Pembangunan Masyarakat Terpadu) desa Sri Mulyo, berawal dari gagasan almahurm PA IX yang dua tahun berturut-turut digagas ditempat ini, kemudian dilanjutkan pada Gerbang Madu 3 dan 4 hadir juga Sultan HB X, yakni di dusun Jolosutro dan Pandean.
Demikian sambutan Kades Drs. Wajiran saat peresmian kampung KB di dusun Jasem. Sejak dicanangkan dusun Jasem sebagai kampung KB, 2 Februari 2016, Jasem dengan jumlah peserta KB terus meningkat jumlah peserta PUS sebanyak 62 persen meningkat menjadi 75 persen.Penduduk Jasem 90 % petani ,berpendidikan SLTP, sarjana 10 orang.
Jasem mempunyai batas wilayah selatan Kaligatuk, barat Ngelosari, timur Jolosutra dan utara Prayan. Sedang Jasem bagian dari 22 dusun (4 RT), dengan jumlah penduduk 587 jiwa (203), pra sejahtera KS dan KP 117(57,645%),PUS 107,PUS ber KB 73(68,22%),enemies 13,2%, Sebagai kampung KB masih perlu pendampingan.
Menurutnya, untuk meningkatan masyarakat Jasem masih membutuhkan pendampingan, diakui sebagaian besar masyarakat Jasem memiliki keterampian budi daya lele, tetapi belum mempunyai keterampilan khusus olahan lele menjadi abon, kripik lele.
Masyarakat Jasem masih membutuhkan pendampingan,termasuk remajanya, sehingga dalam menyongsong Jasem sebagai kawasan industri dan wisata,lebih siap, dan tenaga kerja diambilkan dari masyarakat setempat,” ungkapnya.
Hadir dalam peresmian Kampung KB, Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X, yang mewakili Gubernur menyatakan dengan didirikan kampung atau setara melalui program kependudukan KB,pembangunan keluarga,pembangunan sektor dalam rangka keluarga yang berkualitas.
Wagub berpesan, agar masyarakat punya keinginan dan usaha untuk maju .Karena apa yang dilakukan pemerintah sampai tingkat dusun tanpa ada semangat ingin maju dari warga akan sia-sia. Menanggapi adanya pembangunan jalan menuju kawasan wisata, Pemkab Bantul menginformasikan rencana pembangunan jalan menuju kawasan industri tahun 2017 sudah dianggarkan.
" Nantinya untuk pembangunan jalan lurus, tidak berkelok-kelok sehingga memudahkan akses ke obyek wisata” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, diresmikan Kampung KB dengan ditandai dgan penanda tanganan prasasti oleh Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X, di Balai Belajar Bersama PKBM Bina Karya , dusun Ngelosari,Srimulyo, Bantul.
Jalan menuju lokasi rusak dan berlobang,rumah penduduk belum terjangkau aliran listrik. Enam puluh persen berada di kawasan rawan tanah longsor. Isan Riyanto.

Video Terkait
- MENYAKSIKAN 'PENYALINAN MUSHAF AL-QUR’AN DARI MASA KE MASA
- Aturan Penggunaan Dana Desa, Aturanya Berubah-Ubah Kades - Kades Gunungkidul Bingung
- Bantul Bertekad Pertahankan Sebagai Juara Umum
- RATUSAN MASYARAKAT NGALAP BERKAH DI PETILASAN EYANG DAMARJATI
- Nyadran Bentuk Melestarikan Budaya
- DINAS PENDIDIKAN DIDEMO ORMAS DAN ALIANSI LSM TAJAM, WAHIDIN MENGHINDAR.




