Kembali Ke Index Video


MENYAKSIKAN 'PENYALINAN MUSHAF AL-QUR’AN DARI MASA KE MASA

Jumat, 12 Agustus 2016 | 12:05 WIB
Dibaca: 1826
MENYAKSIKAN  'PENYALINAN MUSHAF  AL-QUR’AN DARI MASA KE MASA

MEDIA PASTVNEWS.COM, AL-QUR’AN  merupakan kitab suci umat  muslim yang hingga  kini masih tetap relevan dan keotentikannya masih tetap terjaga.  Karenanya  kontekstulisasi  kitab suci  umat muslim ini terus dilakukan sebagai  salah satu petunjuk  bagi  para ilmuwan  untuk mendapatkan  ide  dan  membangun  teori.

 

Karenanya, perlu diperkenalkan  di kalangan generasi muda , sehingga kaum muda  tidak  hanya mengenal   tilawahnya atau tulisannya namun mereka juga memahami isi,  terjemahan, sarah dan penjelasan yang terkandung  dalam Al-Quran. Demikian sambutan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifuddin , dalam  pembukaan  Festival Al-Qur’an di  Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu pekan lalu.

Menurutnya,Quran tidak  saja sebagai pedoman dalam  ilmu pengetahuan, Quran mempunyai nilai seni tinggi, ayat-ayatnya yang terkandung di dalamnya memiliki susunan  bahasa yang indah, cara membaca Al-Qur’an yang  indah dinilai  dapat menjadi magnet dalam mengembangkan  seni di masa  mendatang.

 

“ Sejarah membuktikan, karya-karya  agung  para intelektual muslim masa lalu  merupakan hasil  dari perenungan panjang dan kajian komprehensif akan kandungan  nila-nilai keilmuan.” ungkapnya.

 Dikatakan, pemahaman Quran itu dinamis dan berkembang sesuai dengan tuntutan  zaman. Festival Al-Qur’an  yang baru  pertama  dikali diadakan ini,  sebagaimana diungkapkan,  Menteri Agama RI, generasi  dapat   memahami dan mengambil intisari serta substansi Al-Quran melalui ayat-ayatnya yang kemudian mengimplementasikan dengan  realitas ke kinian. Sementara itu, M. Habib  Chirzin dari  International  Institute of Islamic Thought, menyatakan Al-Qur’an,  sebagai pedoman dan sumber petunjuk yang tidak akan habis.Dalam Festival  Al-Quran tersebut  juga  dipamerkan berbagai mashab  Al-Qur’an dari  berbagai daerah, dan koleksi  berbagai museum  Qur’an, di antaranya, Al-Qur’an berukuran besar  tulisan tangan karya  Drs. Hayat dari Universitas  Sain Quran (Unsiq) Wonosobo, dan Museum   Mesjid Istiqlal, berbagai jenis  Jawa Tengah , Al –Qur’an terkecil milik warga    Muhammad Badri (Alm) dari Tasikmalaya yang kini  diwariskan  pada cucunya, pameran  kaligrafi,  Qur’an huruf Braile, dan stan  buku buku Islami.    isan r


Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi