MENYAKSIKAN 'PENYALINAN MUSHAF AL-QUR’AN DARI MASA KE MASA
Jumat, 12 Agustus 2016 | 12:05 WIBMEDIA PASTVNEWS.COM, AL-QUR’AN merupakan kitab suci umat muslim yang hingga kini masih tetap relevan dan keotentikannya masih tetap terjaga. Karenanya kontekstulisasi kitab suci umat muslim ini terus dilakukan sebagai salah satu petunjuk bagi para ilmuwan untuk mendapatkan ide dan membangun teori.
Karenanya, perlu diperkenalkan di kalangan generasi muda , sehingga kaum muda tidak hanya mengenal tilawahnya atau tulisannya namun mereka juga memahami isi, terjemahan, sarah dan penjelasan yang terkandung dalam Al-Quran. Demikian sambutan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifuddin , dalam pembukaan Festival Al-Qur’an di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu pekan lalu.
Menurutnya,Quran tidak saja sebagai pedoman dalam ilmu pengetahuan, Quran mempunyai nilai seni tinggi, ayat-ayatnya yang terkandung di dalamnya memiliki susunan bahasa yang indah, cara membaca Al-Qur’an yang indah dinilai dapat menjadi magnet dalam mengembangkan seni di masa mendatang.
“ Sejarah membuktikan, karya-karya agung para intelektual muslim masa lalu merupakan hasil dari perenungan panjang dan kajian komprehensif akan kandungan nila-nilai keilmuan.” ungkapnya.
Dikatakan, pemahaman Quran itu dinamis dan berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Festival Al-Qur’an yang baru pertama dikali diadakan ini, sebagaimana diungkapkan, Menteri Agama RI, generasi dapat memahami dan mengambil intisari serta substansi Al-Quran melalui ayat-ayatnya yang kemudian mengimplementasikan dengan realitas ke kinian. Sementara itu, M. Habib Chirzin dari International Institute of Islamic Thought, menyatakan Al-Qur’an, sebagai pedoman dan sumber petunjuk yang tidak akan habis.Dalam Festival Al-Quran tersebut juga dipamerkan berbagai mashab Al-Qur’an dari berbagai daerah, dan koleksi berbagai museum Qur’an, di antaranya, Al-Qur’an berukuran besar tulisan tangan karya Drs. Hayat dari Universitas Sain Quran (Unsiq) Wonosobo, dan Museum Mesjid Istiqlal, berbagai jenis Jawa Tengah , Al –Qur’an terkecil milik warga Muhammad Badri (Alm) dari Tasikmalaya yang kini diwariskan pada cucunya, pameran kaligrafi, Qur’an huruf Braile, dan stan buku buku Islami. isan r





