Kembali Ke Index Video


RATUSAN MASYARAKAT NGALAP BERKAH DI PETILASAN EYANG DAMARJATI

Senin, 8 Agustus 2016 | 06:35 WIB
Dibaca: 4349
RATUSAN MASYARAKAT NGALAP BERKAH DI PETILASAN EYANG DAMARJATI
mbah kasbi juru kunci petilasan damar jati playen

Playen - Pastvnews.com Dalam rangka untuk memeriahkan dan melestarikan rasulan, masyarakat Gunungkidul sudah tidak asing lagi dengan istilah nyadran. Nyadran merupakan budaya yang peninggalan nenek moyang kita dari jaman dahulu kala.

Biasanya tempat yang digunakan untuk nyadran adalah di petilasan atau makam orang luhur jaman dulu. Seperti yang dilakukan oleh warga masyarakat  Dengok IV, Playen, Gunungkidul ini, Minggu, 07/08/2016 sore, melaksanakan acara tahunan nyadran dalam kerangka rasulan Desa Dengok.

Nyadran warga Dengok dipusat di 2 tempat, yaitu petilasan Eyang Damarjati dan Regol Boyo, Dengok, Playen, Gunungkidul. Biasanya  warga masyarakat membawa ingkung dan nasi uduk sendiri-sendiri dari rumah, kemudiang dijadikan satu setelah didoakan ingkung dan nasi tersebut dibagikan kepada semua warga masyarkat yang datang, kata Mbah Kasbi, juru kunci petilasan Eyang Damarjati.

“Prosesi adat ini sudah berjalan semenjak ribuan tahun yang lalu, saya tinggal meneruskan saja, karena merupakan tinggalan nenek moyang yang mesti harus dilestarikan, “katanya.

Dulu nyadran rasulan ini dipusatkan disatu tempat, yaitu di petilasan Eyang Damarjati, tetapi karena terlalu banyaknya warga yang berjubel memadati tempat ini maka mulai 2 tahun yang lalu dijadikan 2 tempat, tutur Mbah Kasbi.

Warga yang datangpun teryata tidak hanya dari warga Dengok, ada yang dari Solo, Semarang, Jogja, Jakarta, bahkan Kalimantan.

 Seperti Tejo(54thn) datang dari Jakarta hanya untuk  ngalap berkah dipetilasan Eyang Damarjati, pada saat nyadaran rasulan.

Karena menurutnya, acara ini selain ngalab berkah, juga sebagai saranan untuk menyatukan warga perantauan yang dari berbagai tempat, bahkan dari Kalimantan, kata Tejo.

Dilain itu untuk mendorong dan memberikan semangat kepada para generasi muda sekarang, supaya tetap melestarikan budaya yang ada di Gunungkidul yang sungguh luar biasa, pungkasnya.

Dalam acara nyadran rasulan ini dihadiri  ratusan warga masyarakat, dan yang mengadakan ingkungan berjumlah hampir duaratusan warga, baik warga dari Dengok maupun dari luar daerah, seperti dari Jakarta, Solo, Semarang, Kalimantan dan sebagainya. W.Joko Narendro

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi